Didakwa Sebarkan Berita Bohong, Petinggi KAMI Syahganda Ajukan Eksepsi

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 13:33 WIB
Aktivis Syahganda Nainggolan di Kantor DPD PDIP Jakarta, Senin (25/4/2016).
Syahganda Nainggolan (Ari Saputra/detikcom)

Majelis hakim lalu menutup sidang. Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (14/1/2021), dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa terhadap eksepsi penasihat hukum.

"Tanggal 14 Januari 2021, hari Kamis, kita insyaallah sidang lagi jam 10.00 WIB untuk tanggapan," ucap hakim ketua Ramon Wahyudi.

Dalam persidangan ini, Syahganda duduk sebagai terdakwa. Syahganda didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dalam pasal ini, Syahganda terancam pidana penjara 10 tahun penjara.

"Dakwaan pertama, Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana; atau kedua, Pasal 14 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana; atau ketiga, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana," kata pejabat humas PN Depok, Nanang Herjunanto, saat dikonfirmasi, Senin (21/12/2020).

Diketahui, Polri telah menetapkan 9 tersangka penghasutan. Dari 9 tersangka itu, beberapa di antaranya merupakan Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KA) serta petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH), dan Anton Permana (AP).

Ketua KAMI Medan Khairi Amri ditangkap di Medan bersama tiga tersangka lainnya, yakni Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), dan Wahyu Rasasi Putri (WRP). Sementara itu, Jumhur, Syahganda, dan Anton ditangkap di Jakarta bersama tersangka lainnya, yakni Kingkin Anida.

Selain itu, ada Deddy Wahyudi (DW), yang merupakan admin akun @podoradong. Deddy ditangkap lantaran melakukan ujaran kebencian dan membuat kegaduhan atau keonaran dengan berita bohong.

Halaman

(idn/idn)