KPK Panggil 2 Saksi Dalami Kasus Suap Ekspor Benur

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 12:48 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung Baru KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil dua orang saksi terkait kasus suap ekspor benih lobster atau benur yang menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Dua saksi itu diperiksa atas tersangka Suharjito (SJT), eks direktur PT DPP.

Kedua saksi itu adalah Untyas Anggaeni dan Bambang Sugiarto. Dari catatan KPK, Untyas berprofesi sebagai karyawan swasta dan Bambang sebagai wiraswasta.

"Untyas Anggaeni dan Bambang Sugiarto (saksi)," ujar plt jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

Dalam perkara ini, KPK menjerat Edhy Prabowo sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai Menteri KKP. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Selain itu, ada enam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut ini daftarnya:
Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP), Menteri KKP (kini nonaktif);
2. Safri (SAF), Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM), Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF), Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)
Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT), Direktur PT DPP

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang ke Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak termasuk 2 orang stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK yaitu ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.

(isa/idn)