Anggota Komisi I DPR Desak Kemlu Bergerak soal 'Drone' di Selayar

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 09:12 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi (Dok. Pribadi).
Bobby Adhityo Rizaldi (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga bergerak terkait polemik benda diduga drone pengintai yang ditemukan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Ia menilai Kemlu juga harus bergerak memprotes negara asal benda diduga drone itu.

"Indonesia harus punya sikap tegas bila ada kegiatan spionase negara asing di teritori RI, terlepas apakah ada hubungan bilateral ekonomi yang significant, karena ini menyangkut kedaulatan bangsa, jangan sampai dianggap 'loyo'," kata Bobby kepada wartawan, Senin (4/12/2021).

Menurut Bobby, Kemlu perlu menyampaikan protes keras secara diplomatik terhadap negara terkait. Ia berharap isu insiden spionase yang diduga dilakukan intelijen Jerman saat mendatangi markas FPI, Petamburan, Jakarta, tidak terulang.

"Ya memang ini perlu disikapi dengan beberapa hal pertama jelas protes keras secara diplomatik oleh Kemlu, jangan sampai insiden intelijen Jerman yang belum lama ini terulang kembali," ujar Bobby.

Lebih lanjut, Bobby juga mempertanyakan apakah alutsista Indonesia sudah mampu mendeteksi kehadiran senjata seperti drone yang ditemukan di Selayar, Sulsel itu. Ia pun mengatakan pemerintah melalui Menhan Prabowo Subianto juga memiliki tugas untuk menangani kejadian drone tersebut.

"Kedua, drone bawah air ini juga adalah tugas Menhan agar meresponsnya, apakah alutsista RI sudah mampu mendeteksi senjata ini? Seperti kita ketahui Menhan juga baru menerima Menhan RRT Wei Fenghe bulan September 2020, tidak lama berselang ada kejadian ini, dan disebutkan drone ini milik RRT? Jangan hanya karena ada 'ketergantungan' soal supply chain medis COVID-19 atau hal lainnya, membuat sikap pemerintah, baik Kemenlu atau Kemhan 'lemas' dengan RRT," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, seorang nelayan Saeruddin menemukan sebuah benda yang merupakan drone pengintai di perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, ketika hendak menangkap ikan. Saeruddin langsung memberikannya ke Polri maupun TNI AL.

Jalur penemuan benda diduga drone di Selayar disebut merupakan jalur perairan tersibuk di Indonesia. Sementara dua drone pengintai lainnya ditemukan di dekat Selat Sunda dan wilayah Lombok.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta pun menyebut masalah ini menjadi tugas Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Ia mendorong Prabowo melakukan percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh.

"Ini pekerjaan rumah Pak Menhan untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh," kata Sukamta dalam keterangan tertulis, Minggu (3/1).

(hel/gbr)