Hikmahanto Minta Kemlu Protes Keras ke Negara Asal Benda Diduga Drone

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 03 Jan 2021 12:57 WIB
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi Warga Tanpa Warga Negara di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016)
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Benda asing diduga kapal nirawak (drone) ditemukan di laut Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Guru besar hukum internasional UI Prof Hikmahanto Juwana meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan protes diplomatik dan memberikan tindakan tegas.

"Bila sudah diketahui asal usul negara yang memiliki drone tersebut, Kemlu harus melakukan protes diplomatik yang keras terhadap negara tersebut dan bila perlu tindakan tegas lainnya," ujar Hikmahanto, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/1/2021).

"Protes keras dan tindakan tegas ini dilakukan terlepas apakah negara tersebut adalah negara sahabat, bahkan adanya ketergantungan Indonesia secara ekonomi," sambungnya.

Hikmahanto menyebut insiden terhadap agen intelijen Jerman yang mendatangi markas FPI jangan sampai terulang. Di mana, menurutnya, Kemenlu tidak melakukan protes diplomatik dan hanya menerima klarifikasi dari Kedubes Jerman.

"Jangan sampai terulang kembali insiden atas agen intelijen Jerman. Kemlu hanya puas dengan klarifikasi Kedubes Jerman dan agen tersebut dipulangkan oleh Kedubes tanpa ada protes diplomatik," tuturnya.

Dia menilai protes diplomatik perlu dilakukan bila terbukti adanya tindakan mata-mata. Hal ini, menurutnya, dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.

"Seharusnya Kemlu melakukan tindakan yang lebih tegas lainnya bila kegiatan mata-mata terkuak. Ini semua dilakukan agar diplomasi untuk mempertahankan kedaulatan NKRI benar-benar diperankan oleh Kemlu. Jangan sampai Indonesia dianggap lemah bahkan mudah untuk diajak berkompromi saat tindakan mata-mata yang dilakukan oleh negara lain terkuak," kata Hikmahanto.

Diketahui sebelumnya, seorang nelayan Saeruddin menemukan sebuah benda yang merupakan drone pengintai di perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, ketika hendak menangkap ikan. Saeruddin langsung memberikannya ke Polri maupun TNI AL. Jalur penemuan drone disebut merupakan jalur perairan tersibuk di Indonesia, sementara dua drone pengintai lainnya ditemukan di dekat Selat Sunda dan wilayah Lombok.

Tonton juga 'Penemuan Ikan Oarfish di Pulau Selayar Bikin Heboh Warga':

[Gambas:Video 20detik]

(dwia/imk)