ADVERTISEMENT

Wagub DKI Sempat Singgung Rem Darurat, Nasib PSBB Transisi Segera Diumumkan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Jan 2021 09:38 WIB
Jakarta -

Status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta akan ditentukan hari ini. Diketahui, dua minggu lalu, disebutkan perpanjangan PSBB masa transisi sampai 3 Januari dan akan dievaluasi.

Bukan oleh Gubernur Anies Baswedan, pengumuman perpanjangan sampai 3 Januari disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. Dalam keterangannya, ia menyebut kasus terkonfirmasi positif signifikan.

"Kami mencatat bahwa kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif signifikan mulai terjadi sejak pertengahan bulan November dan kini stabil di angka 13%," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Widyastuti dalam keterangan tertulis, seperti dilihat detikcom, Senin (21/12/2020).

Sampai saat ini, belum jelas apakah PSBB masa transisi akan diperpanjang atau ditarik rem darurat. Kondisi itu disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza).

"Nanti per tanggal 3 Januari nanti baru kita akan perpanjangan PSBB-nya. Namun nanti dilihat sejauh mana progresnya, data-datanya," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat dihubungi oleh tim detikcom, Jumat (1/1/2021).

Dia mengatakan sejauh ini PSBB itu baru bisa diputuskan setelah dua pekan masa PSBB. Setelah itu, barulah akan bisa diputuskan apakah PSBB ini akan diperpanjang atau malah diperketat.

"PSBB itu kan setiap dua minggu, diperpanjang setiap dua minggu," lanjutnya.

Sebelumnya, Ariza memunculkan wacana soal rem darurat. Ariza berpatokan pada kasus di DKI Jakarta yang masih tinggi.

"Menyikapi peningkatan ini kami akan terus mengambil beberapa kebijakan. Kita akan lihat nanti dalam beberapa hari ke depan, setelah tanggal 3 Januari 2021 apakah dimungkinkan nanti Pak Gubernur," kata Riza Patria di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (27/12/2020).

"Apakah ada emergency brake atau yang lain, nanti kami akan lihat sesuai dengan fakta dan data memang ini sangat dinamis sekali terkait fakta dan data," ujarnya.

Lihat berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT