Sumber Awal Hoax 'Komunis China Desak FPI Bubar' Tak Terdaftar Dewan Pers

Karin Nur Secha - detikNews
Sabtu, 02 Jan 2021 14:46 WIB
Ardian ditangkap karena unggah link berita media online soal keterlibatan Partai Komunis China desak FPI bubar
Foto: dok. istimewa
Jakarta -

Situs sumber awal terkait berita hoax 'Partai Komunis China Desak FPI Bubar' tak terdaftar dalam Dewan Pers. Informasi yang dilabeli hoax oleh Polda Kalimantan Tengah itu membuat seorang warga ditangkap polisi.

Berita yang dilabeli hoax oleh Polda Kalteng adalah berita dari tautan media law-justice.co. Judulnya adalah 'Lewat Parpol di RI, Partai Komunis China Disebut Desak Bubarkan FPI'.

Dalam beritanya, law-justice.co menuliskan keterangan bahwa berita itu dilansir keuangannews.id. Maka, berdasarkan keterangan ini, sumber berita hoax adalah keuangannews.id.

Pengecekan di 'Data Perusahaan Pers' pada situs dewanpers.or.id dilakukan detikcom pada Sabtu (2/1/2021).

Data Dewan Pers soal media yang memuat hoax Partai Komunis China dan pembubaran FPI. (Tangkapan layar situs Dewan Pers)Data Dewan Pers soal media yang memuat hoax Partai Komunis China dan pembubaran FPI. (Tangkapan layar situs Dewan Pers)

Hasil pencarian menunjukkan law-justice.co terdaftar di Dewan Pers. Badan hukum law-justice.co adalah Media Keadilan Sejahtera.

Namun keuangannews.id tidak terdaftar di Dewan Pers. Pencarian dengan kata kunci 'keuangannews.id' dan 'keuangan news' tidak memunculkan hasil.

Data Dewan Pers soal media yang memuat hoax Partai Komunis China dan pembubaran FPI. (Tangkapan layar situs Dewan Pers)Data Dewan Pers soal media yang memuat hoax Partai Komunis China dan pembubaran FPI. (Tangkapan layar situs Dewan Pers)

Situs keuangannews.id mengunggah tulisan berjudul 'PKC Melalui Parpol di Indonesia Mendesak untuk FPI Dibubarkan' pada Sabtu (2/1/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Waktu unggah hoax 'PKC-FPI Bubar' di law-justice dan keuangannews. (Tangkapan layar)Waktu unggah hoax 'PKC-FPI Bubar' di law-justice dan keuangannews. (Tangkapan layar)

Adapun media law-justice.co mengunggah tulisan berjudul 'Lewat Parpol di RI, Partai Komunis China Disebut Desak Bubarkan FPI' pada Jumat (1/1/2021) pukul 09.36 WIB.

Waktu unggah hoax 'PKC-FPI Bubar' di law-justice dan keuangannews. (Tangkapan layar)Waktu unggah hoax 'PKC-FPI Bubar' di law-justice dan keuangannews. (Tangkapan layar)

Diberitakan sebelumnya, pemilik akun Facebook @yeyen, Ardian Rafsanjani (25), turut menyebarkannya link berita law-justice.co itu melalui Facebook. Ardian dianggap menyebarkan berita bohong atau hoax soal pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI).

"Beredar artikel yang disebarkan akun Facebook Yeyen dengan judul: 'Lewat Parpol di RI, Partai Komunis China Disebut Desak Bubarkan FPI', itu TIDAK BENAR alias HOAX," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) Kombes Hendra Rochmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2021).

Selanjutnya, polisi tegaskan berita itu hoax:

Selanjutnya
Halaman
1 2