"Sudah kemarin oleh bendahara dinas, terimakasih atas saran dan masukan dari semuanya," kata Syarifuddin kepada detikcom, Sabtu (2/1/2021).
Syarifuddin membantah adanya informasi penggelapan dana gaji terhadap dirinya. Dia mengatakan justru pihaknya lah yang mendesak agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Infonya salah kalau saya yang pakai, itu tidak benar, malah STP saat saya selalu mendesak untuk selesaikan. Tidak saya pinjam kemana-mana uang untuk bayar honor cuma saya minta ke bendahara suruh selesaikan hak orang dan tidak ada saya pakai secara pribadi," tegasnya.
Kapan peristiwa penyegelan itu terjadi? simak berita selengkapnya
Selain menyegel pintu utama, para pegawai menyegel pintu ruangan kepala Dinas dengan menggunakan papan kayu. Bahkan dalam aksi pada Rabu (30/12/2020) siang tadi, para pegawai menyandera mobil dinas yang hendak meninggalkan areal kantor.
Salah seorang pegawai, Kaimuddin, menuturkan mereka kecewa terhadap Kepala Dinas yang tidak menepati janjinya untuk membayar gaji mereka selama 4 bulan terakhir.
"Pada aksi perdana pekan lalu, gaji kami akan dibayarkan pada hari Sabtu (26/12), namun hal itu tidak diindahkan juga kemudian kepala dinas kembali menjanjikan akan membayar gaji pada Senin (28/12). Namun masih juga diingkari sehingga aksi penyegelan kedua ini kami lakukan," ungkapnya.
Kaimuddin menduga, gaji mereka telah digelapkan oleh Kepala Dinas dan bendahara Dinas. Pegawai honor berjumlah 98 orang akan menyegel kantor berserta mobil dinas hingga gaji mereka terbayarkan.
"Kami akan tetap berada di sini sampai gaji kami dibayarkan. Jika kami di sini lapar maka kami tetap solid untuk lapar bersama dan kami akan tetap berada di sini hingga gaji kami terbayarkan juga," tegas Kaimudin.











































