ADVERTISEMENT

LIPI: Sampah Medis di Teluk Jakarta Meningkat saat Pandemi COVID-19, Bahaya!

Syahidah Izzata - detikNews
Jumat, 01 Jan 2021 18:29 WIB
Jalanan yang berada di pinggir Kanal Banjir Barat (KBB) dipenuhi tumpukan sampah di kawasan pemukiman padat Jati Pulo, Tomang, Jakarta Barat, Selasa (17/11/2020).
Gambar ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)

Sejak Pandemi COVID-19, terjadi peningkatan ketergantungan pada APD berbahan plastik. LIPI menunjukkan data peningkatan jumlah sampah sebanyak 5 persen dengan perubahan komposisi sampah yang lebih ringan dibanding tahun 2016 lalu.

"Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti peningkatan sampah medis di sungai akibat pandemi COVID-19, yakni sebesar 16 % menurut berat dan kelimpahannya selama pandemi di Jakarta"

Dalam siaran pers LIPI, Reza Cordova dari Pusat Penelitian Osanografi menjelaskan plastik mendominasi sampah di muara sungai. Ada peningkatan jumlah sampah sebesar 5%, namun anehnya terjadi penurunan berat sebesr 23-28%. Menurutnya, ini adalah indikasi perubahan komposisi sampah selama pandemi. Sampah APD sendiri terdiri dari ratusan item.

"Yaitu sebanyak 780 item atau 0,13 ton per harinya," kata Reza.

"Sampah APD meningkatkan beban pencemaran. Tidak menutup kemungkinan sampah tersebut menjadi tempat 'penempelan' mikroorganisme patogen dan bahan berbahaya bagi ekosistem perairan, serta melepas bahan aditif lainnya," kata Reza.

Intan Suci Nurhati menjelaskan, riset ini bertujuan mengajak masyarakat berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan.

LIPI menyebut berbagai pihak harus melakukan pengawasan terkait sampah plastik selama dan setelah pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan guna mencari solusi efektif untuk penanganan limbah plastik, termasuk medis.

"Pekerjaan kedepannya adalah harus ada pengawasan terkait sampah plastik yang ada selama dan setelah pandemi untuk mengidentifikasi solusi limbah yang efektif," katanya.

Peningkatan penggunaan plastik selama Pandemi COVID-19 menjadi tantangan baru bagi Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut. Hal ini bisa menjadi solusi penanganan wabah yang juga mengarah pada solusi pengelolaan limbah jangka panjang.

"Satu pertanyaan kritis adalah bagaimana mengatasi pandemi dengan mengarah pada solusi pengelolaan limbah jangka panjang. Pandemi bisa berfungsi sebagai landasan untuk meningkatkan pengelolaan limbah dan meminimalkan risiko ekologi," katanya.


(dnu/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT