Razia Kerumunan di Bar Jaksel saat Malam Tahun Baru, 2 Orang Reaktif

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 01 Jan 2021 02:32 WIB
Razia di bar Jaksel (Wilda/detikcom)
Foto: Razia di bar Jaksel (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Aparat Gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya beserta TNI dan Satpol PP kembali merazia tempat kedua saat malam tahun baru. Kali ini giliran kawasan Jakarta Selatan yang jadi incaran.

Pantauan detikcom di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Jumat (1/12/2021), sebuah bar bernama D'Bunker Bar nampak ditutup dari depan. Lampu-lampu terlihat dimatikan seolah pertanda bar sudah tutup. Namun hal itu tak mengurungkan niat polisi untuk masuk ke dalam dan mengecek kondisinya.

Razia ini dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa dengan didampingi oleh Wakil Direktur Narkoba AKBP Suhermanto.

Razia di bar Jaksel (Wilda/detikcom)Foto: Razia di bar Jaksel (Wilda/detikcom)

Polisi kemudian naik lift menuju lantai 2 karena terdengar seperti ada gelaran live music dari lantai atas. Ternyata, bar tersebut memang masih buka dengan lampu cahaya warna biru kelap-kelip.

Puluhan orang nampak sedang duduk manis dan mengobrol. Mereka nampak tak memakai masker dan tak menjaga jarak. Polisi langsung meminta mereka memasang maskernya.

"Pakai maskernya. kamu tahu aturan tidak berkumpul sama saja membunuh orang kamu tahu?," tegas Mukti di lokasi

"Kamu ngumpulin manusia sama saja ngebunuh orang tahu? satpol PP segel, cabut izinnya!," imbuhnya.

Mukti menyebut para karyawan di bar itu mengaku tidak tahu ada Instruksi Gubernur terkait Natal dan Tahun Baru 2021. Mukti menekankan razia ini dilakukan bukan untuk mematikan pelaku usaha, tapi untuk menekan laju penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Alasannya tidak tahu edaran gubernur, padahal edaran sudah lama itu, kita juga sudah banyak sosialisasi juga dengan pengusaha-pengusaha, sudah ngomong semua. Kita tidak mematikan usaha mereka, tapi mereka ikut aturan, tugas kita adalah menekan COVID di Indonesia khususnya Jakarta supaya bisa turun drastis," tuturnya.

Dari D'Bunker Bar, polisi mengamankan 25 karyawan dan pengunjung untuk dilakukan swab antigen. Hasilnya mereka dinyatakan reaktif virus Corona dan langsung dibawa ke Wisma Atlet.

"Di sini ada 25 lebih berkerumun tapi lengkap, tidak pakai masker, tidak jaga jarak. Ada dua orang, laki-laki satu, perempuan satu, kita ajukan dinas kesehatan dibawa ke Wisma Atlet setelah test swab antigen yang biasanya tidak pernah meleset ya, karena mendekati PCR, nanti dibawa ke Wisma Atlet apakah betul-betul positif," ungkapnya.

Polisi dibantu Satpol PP kemudian menempelkan surat penutupan sementara di lokasi. Polisi juga turut menyegel kafe tersebut dan berencana akan mencabut izin usaha bar tersebut.

"Waktunya sudah lewat seharusnya jam 19.00 WIB malam tutup, tapi kafe-kafe lain tutup semua ya, ini artinya melawan petugas ya," tuturnya.

(whn/isa)