Cegah Varian Baru Corona, Satgas-PHRI Siapkan Tempat Isolasi WNA

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 19:37 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Satgas Penanganan COVID-19
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 berkomitmen mengetatkan prosedur kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mencegah varian baru COVID-19 masuk ke Indonesia.

"Satgas berkomitmen untuk mencegah imported case termasuk kasus dengan varian B117 melalui pengetatan prosedur kedatangan WNA di pintu masuk," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).

Wiku menerangkan kasus varian baru Corona ini harus diantisipasi dengan kebijakan. Selain itu, lembaga penelitian akan melakukan pengawasan untuk melihat distribusi dan cara kerja virus Corona baru itu.

"Dalam mengantisipasi kejadian ini selain melalui kebijakan, nantinya akan dilakukan surveillance genomic untuk melihat karakteristik dan distribusi genome oleh beberapa universitas dan lembaga penelitian," tuturnya.

Satgas juga berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menyiapkan tempat Isolasi bagi WNA.

"Pemerintah pusat telah melakukan kerja sama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI untuk menjamin tersedianya fasilitas isolasi mandiri berbayar untuk WNA," terang Wiku.

Diketahui, pemerintah membuat aturan untuk WNA yang akan masuk ke Indonesia mulai hari ini hingga 31 Desember. Salah satunya, WNA wajib melakukan tes RT PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) terlebih dahulu di negara asal dan dites kembali setibanya di RI.

"Tes RT PCR di negara asal yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan, dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau eHAC internasional Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam konferensi pers virtual, Senin (28/12).

Saat tiba di RI, WNA juga wajib melakukan tes RT PCR kembali. Setelah itu, kalaupun negatif, WNA tetap harus isolasi mandiri terlebih dahulu selama 5 hari.

"Pada saat kedatangan di Indonesia melakukan pemeriksaan ulang RT PCR dan apabila menunjukkan hasil negatif, maka WNA melakukan karantina wajib selama 5 hari terhitung sejak tanggal kedatangan," ujar Retno.

Jika usai 5 hari hasil menunjukkan negatif, jelas Retno, WNA tersebut diizinkan meneruskan perjalanan.

"Setelah karantina 5 hari melakukan pemeriksaan ulang RT PCR dan apabila hasil negatif, maka pengunjung diperkenankan meneruskan perjalanan," tuturnya.

(whn/isa)