Hasil Pilgub Kepri Digugat, Total 135 Pilkada yang Dibawa ke MK

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 12:53 WIB
Gedung MK
Gedung MK (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Hasil pemilihan gubernur Kepulauan Riau (Kepri) digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Total hasil pilkada yang masuk ke MK hingga ditutup pendaftaran gugatan sebanyak 135 perkara.

Berdasarkan data yang dikutip dari website MK, Kamis (31/12/2020), hasil Pilgub Kepri digugat oleh pasangan Isdianto-Suryani. Keduanya menggugat KPU Kepri yang memenangkan pasangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina dengan meraih suara 308.553 suara sedangkan Isdianto-Suryani sebanyak 290.160 suara.

"Perolehan suara Ansar Ahmad-Marlin Agustina diperoleh dengan cara-cara melanggar prinsip-prinsip pemilu yang luber dan jurdil. Prinsip mana ditegaskan dalam Pasal 22E ayat 1 UUD 1945," demikian gugat kubu Isdianto-Suryani.

Kubu Isdianto menilai Pilgub digelar dengan pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif. Seperti banyak ASN yang ikut kampanye ke salah satu calon. Ada pula KPPS yang menjadi tim pemenangan salah satu calon. Hingga dugaan Isdianto, adanya amplop berisi Rp 50 ribu untuk mencoblos calon tertentu.

Oleh sebab itu, kubu Isdianto-Suryani meminta MK memutuskan pemungutan suara ulang di Kota Batam, Kota Tanjung Pinang dan Kapubaten Bintang.

"Membatalkan Keputusan KPU Kepri tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Provinsi Kepulauan Riau tahun 2020," pinta Isdianto-Suryani.

Selain itu, hingga penutupan pendaftaran pada 30 Desember 2020, tercatat total 135 perkara pilkada diajukan ke MK. Yaitu 7 perkara terkait sengketa hasil Pilgub.

Lalu sebanyak 114 hasil Pilbup diperkarakan ke MK dan 14 hasil Pilwalkot yang digugat ke MK. Dari jumlah itu, sebanyak 76 didaftarkan secara online dan sisanya secara offline.

Selanjutnya
Halaman
1 2