Dilarang Pemerintah, FPI Sulsel: Innalillahi Ini Musibah untuk Umat Islam

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 16:43 WIB
Datangi Petamburan Jakpus, Brimob-TNI Cabuti Spanduk FPI
Personel TNI-Brimob saat mencabut spanduk FPI di Petambudran, Jakarta Pusat (Foto: tim detikcom)
Makassar -

Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan angkat bicara terkait pelarangan aktivitas, simbol, dan atribut FPI di wilayah hukum Indonesia oleh pemerintah pusat. FPI Sulsel menyebut pelarangan organisasinya sebagai musibah.

"Saya mau ucapkan begini, innalillahi wa inna ilaihi rajiun, ini musibah untuk umat Islam. Semua dari Allah dan akan kembali ke Allah juga," ujar juru bicara FPI Sulsel Arman Rachman kepada wartawan, Rabu (30/12/2020).

Arman mengatakan FPI Sulsel sudah menerima informasi pelarangan FPI oleh pemerintah pusat. FPI Sulsel mengikuti sikap DPP FPI terkait pelarangan tersebut.

Lebih lanjut Arman menyebut pelarangan organisasinya oleh pemerintah pusat sebagai hal yang biasa. Sebab, sejak 2015, FPI telah mendapat peringatan dari pemerintah tentang rencana pelarangan organisasinya.

"Akan dibubarkan, akan dibubarkan, terus seperti itu. Kami juga merasa tidak menjadi masalah karena itu tergantung pemerintahnya. Kami tetap berjuang untuk negara dan bangsa ini, agama," katanya.

Anggota FPI Sulsel juga banyak menghubungi Armand terkait pelarangan FPI. Dia sudah memberikan pengertian kepada anggotanya terkait pelarangan tersebut.

"Bahwa pergerakan menegakkan amar makruf nahi mungkar bukan sesuatu yang mudah. Kami memang dari awal-awal diwanti-wanti, kami diingatkan, jangan takut, jangan krasak-krusuk ketika ada pernyataan pembubaran," imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya akan bermusyawarah dengan seluruh jaringan FPI yang ada di Indonesia atas keputusan pemerintah ini.

(nvl/nvl)