Bawaslu Medan Setop Laporan Timses Akhyar soal Dugaan Penggelembungan Suara

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 13:22 WIB
Anggota Bawaslu Medan, Deni Admiral (Datuk-detikcom)
Anggota Bawaslu Medan Deni Admiral (Datuk/detikcom)
Medan -

Kubu paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi melaporkan kasus dugaan penggelembungan suara di Pilkada Medan ke Bawaslu. Bawaslu Medan menyebut pengusutan laporan tersebut telah dihentikan.

"Laporan dari Pak Hatta (tim hukum Akhyar-Salman) mengenai proses rekapitulasi di tingkat Kecamatan Medan Belawan. Saksi paslon nomor 1 melihat ada masyarakat di luar Kecamatan Medan Belawan yang memberikan suaranya dengan menggunakan e-KTP. Laporan dihentikan karena kurangnya keterangan dari pelapor dan saksi," kata anggota Bawaslu Medan, Deni Admiral, saat dimintai konfirmasi, Selasa (29/12/2020).

Deni menyebut laporan tersebut tidak memenuhi unsur dugaan pelanggaran, sehingga pihaknya telah menyetop proses pengusutan. Dia juga menjelaskan status sejumlah laporan lain.

"Serta tidak terpenuhinya unsur-unsur dugaan pelanggaran," sebut Deni.

Salah satunya terkait laporan terkait formulir pemberitahuan yang telah diteruskan ke KPU Medan. Ada juga laporan dugaan politik uang yang telah disetop pengusutannya.

"Laporan dari Pak Subanto mengenai ditemukan formulir C-pemberitahuan di Jalan Singa Kecamatan Medan Perjuangan. Laporan diteruskan ke KPU Kota Medan. Kemudian laporan dari Pak Subanto, mengenai dugaan pembagian uang di Kecamatan Medan Timur. Laporan tersebut pun dihentikan karena sudah ditindaklanjuti oleh Panwaslu Kecamatan Medan Timur dan dihentikan karena tidak mencukupi bukti dan unsur-unsur dugaan pelanggaran," sebut Deni.