Kaleidoskop 2020

Kala Bobby Sang Mantu Menang di Medan yang Gagal Ditaklukkan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Des 2020 11:36 WIB
Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, telah melahirkan. Jokowi kini resmi memiliki cucu kedua. Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di RS YPK Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).
Bobby Nasution dan Jokowi (foto diambil sebelum pandemi Corona)/(Rengga Sancaya-detikcom)
Medan -

Bobby Nasution berhasil memenangkan Pilkada Medan 2020. Hasil yang diraih Bobby ini membuat sang menantu berhasil menaklukkan Medan yang gagal ditaklukkan mertuanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perhelatan Pilkada Medan dimulai dengan penuh kejutan. Wakil Wali Kota Medan petahana, Akhyar Nasution, yang saat itu masih menjadi kader PDIP gagal mendapat tiket maju Pilkada dari partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.

Akhyar pun dipecat karena dianggap tak patuh terhadap partai. Pilihan PDIP jatuh ke Bobby yang merupakan menantu Jokowi. Bersama sembilan partai lainnya, PDIP mengusung Bobby dan Aulia Rachman di Pilkada Medan menantang Akhyar-Salman Alfarisi yang diusung dua partai.

"Ada di Medan, dia masuk sebagai PDIP itu. Bayangkan urusan rekomendasi itu sudah otorisasi saya karena saya dipilih kongres partai semua mesti tahu itu," ujar Megawati saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Rabu (26/8/2020).

Megawati mengaku heran dengan sikap Akhyar. Padahal, selaku kader PDIP saat itu, Akhyar dinilainya harus memahami hak prerogatif Megawati sebagai Ketum dalam menentukan bakal calon kepala daerah yang didukung PDIP.

"Kongres partai memberikan hak prerogatif bukan mau-maunya saya, hak prerogatif pada saya. Mau dicabut nanti di kongres partai kalau tidak disetujui. Tidak direkom terus ngamuk. Lho saya mikir ini gimana katanya kader partai, ya sudah aturan partainya gimana ya sudah saya pecat. Saya pecat. Iya dong fair," ujar Megawati.

Meski mendapat dukungan dari PDIP, Gerindra, PAN, NasDem, Golkar, PPP, Hanura dan PSI, majunya Bobby masih dibayang-bayangi rekor buruk Jokowi. Mertuanya itu kalah di Medan saat Pilpres 2019.

Saat itu, Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 542.221 suara di Medan. Mereka kalah dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat 645.209 suara di Medan.

Meski demikian, Bobby sempat menyampaikan optimismenya bisa menang di Medan. Alasannya, Gerindra dan PAN yang dulu di barisan Prabowo-Sandiaga bergabung mengusung dirinya di Pilkada Medan.

"Ya inilah sekarang, kita usung kolaborasi. Kolaborasi semuanya. Di sini ada PDIP, ada Gerindra, ada PAN, ada Golkar, ada PPP, NasDem, bahkan Gelora juga ikut mendampingi kita hari ini. PSI juga, Hanura, punya kekuatan masing-masing dan saya untuk di Kota Medan ini sudah cukup kuat," kata Bobby saat ditemui setelah mendaftar di KPU Medan, Jumat (4/9).

"Dan kami optimistis menang, tapi tidak pernah meremehkan dan kita menggunakan kekuatan kita full semua," sambung Bobby.

Bukan cuma rekor buruk Jokowi. Langkah Bobby juga diiringi kekalahan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di Pilgub Sumut 2018. Djarot-Sihar kalah dari Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) saat Pilgub Sumut 2018 di Medan.

Djarot-Sihar saat itu mendapat 357.377 suara. Sementara, Edy-Ijeck mendapat 551.641 suara.