Gubsu Buat Sederet Syarat Ketat Jika Kabupaten-Kota Mau Sekolah Tatap Muka

ADVERTISEMENT

Gubsu Buat Sederet Syarat Ketat Jika Kabupaten-Kota Mau Sekolah Tatap Muka

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 13:01 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah)/(Ahmad Arfah-detikcom)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi membuat sederet syarat ketat bagi kabupaten/kota yang hendak menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi Corona. Syarat itu, kata Edy, harus dipenuhi seluruhnya.

"Ada dua yang harus kita bargaining-kan. Yang pertama, anak dalam pendidikan tatap muka, hasilnya adalah pandai. Atau pendidikan non-tatap muka tetapi sehat. Itu yang kita perbandingkan. Bagaimana kalau dia nanti tatap muka terus tidak sehat. Dari perbandingan tersebut, ada persyaratan yang harus kita bikin," ucap Edy di rumah dinas Gubsu, Selasa (29/12/2020).

Edy mengatakan syarat yang pertama adalah pengurangan jumlah siswa dalam kelas. Waktu pelajaran juga harus dikurangi.

"Seandainya, contoh, 40 murid. Dia harus 50 persen, berarti 20 murid. Kalau dalam pendidikan itu adalah 4 jam, kita potong dia menjadi 2 jam," katanya.

Syarat yang kedua adalah penerapan protokol kesehatan. Sekolah harus menyediakan masker, tempat cuci tangan, dan menjaga jarak siswa saat berada di sekolah.

Untuk syarat ketiga, Edy mengatakan harus ada pemeriksaan kesehatan kepada seluruh guru yang akan mengajar. Para guru nantinya akan mengikuti rapid test antigen.

"Ketiga, persyaratannya guru-guru dalam mengajar dia harus ada minimal swab antigen. Jangan sampai gurunya tidak sehat, akhirnya muridnya kena semua," tutur Edy.

"Syarat keempat adalah dia daerah itu harus hijau, tak boleh oranye, apalagi merah. Itu tadi saya tekankan ke bupati dan wali kota tidak sembarang buat pendidikan tatap muka," imbuhnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT