Dinkes: Virus D614G Mutasi Corona Sudah Terdeteksi di Kalbar Sejak Agustus

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 12:47 WIB
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/PS3000)
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kadinkes Kalbar), Harisson, mengatakan pihaknya telah mendeteksi adanya virus D614G penyebab penyakit COVID-19 sejak Agustus lalu. Dinkes meminta masyarakat Kalbar semakin waspada.

"Diketahui, virus D614G merupakan mutasi dari virus SARS-CoV-3 yang menjadi penyebab penyakit COVID-19 ini sudah terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kalbar yang sudah dideteksi di Laboratorium Untan sejak Agustus 2020 lalu," kata Harisson di Pontianak seperti dilansir Antara, Selasa (29/12/2020).

Dia menjelaskan, pada Agustus lalu, pihaknya mendeteksi adanya muatan virus yang besar lebih dari 11 juta copies dari salah satu warga Jakarta yang datang ke Pontianak untuk menghadiri pernikahan kerabatnya.

Setelah diambil sampel virusnya, ada beberapa muatan virus yang tidak sama dengan COVID-19 yang diketahui saat ini berjenis D614G.

"Virus D614G ini merupakan mutasi dari satu struktur Coronavirus yang memang tidak terlalu ganas, namun memiliki sifat mudah menempel pada inangnya, sehingga orang lebih mudah terjangkit virus ini dan menunjukkan gejala yang sama dengan Corona," katanya.

Walau tidak seganas COVID-19, kata Harisson, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Sifat virus yang mudah menular ini sangat berbahaya bagi masyarakat yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).

"Jika ada masyarakat yang memiliki komorbid, maka orang itu akan mudah tertular dan dikhawatirkan akan membuat orang yang dirawat di rumah sakit menjadi meningkat kemudian yang komorbid juga banyak yang meninggal," urainya.

Untuk mengantisipasi virus D614G ini, Dinkes Kalbar akan memperketat masuknya orang luar ke Kalbar. Salah satunya dengan menerapkan surat edaran Gubernur Kalbar terkait aturan libur Natal dan tahun baru.

"Kita memang harus ekstra-hati-hati untuk menjaga daerah kita agar tidak dimasuki oleh orang-orang yang memiliki kasus konfirmasi COVID-19," kata Harisson.

"Jika ada yang akan ke Kalbar, mereka harus menunjukkan hasil negatif dari tes PCR di bandara asal kalau nanti maskapai penerbangan masih mengangkut penumpang yang tidak menunjukkan suratnya, maka mereka akan kami denda sesuai dengan peraturan gubernur yang baru beredar," imbuhnya.

(jbr/idh)