Menkes Budi: Setelah Liburan Jangan ke Mana-mana, di Rumah Dulu 5-10 Hari

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 11:30 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar tidak bepergian ke luar rumah setelah libur panjang. Dia menyarankan agar berdiam di rumah maksimal 10 hari untuk memastikan kondisi kesehatan.

"Harapannya, kalau kita disiplin apalagi nanti sudah pulang liburan jangan langsung semuanya bergerak ke mana-mana, kalau bisa 5 hari dulu di rumah atau 10 hari dulu di rumah sampai terbukti kita sehat baru bekerja kembali," kata Budi dalam keterangannya di situs Kemenkes, seperti dilihat Selasa, (29/12/2020).

Budi menuturkan, penerapan protokol kesehatan membantu penanganan COVID-19, terutama bagi tenaga medis yang bertugas di rumah sakit. Dia meminta masyarakat memastikan kondisi kesehatannya dalam keadaan baik setelah liburan.

Guna memastikan penanganan pasien COVID-19, Budi juga melakukan sidak ke sejumlah rumah sakit di Jakarta. Kemarin, Budi mengecek kesiapan penanganan COVID-19 ke RSUP Fatmawati, RSUD Pasar Minggu. Budi mengatakan sidak dilakukan untuk mengetahui kesiapan tempat tidur pasien COVID-19.

"Kita siap-siap dari sisi bed-nya, dokternya, perawatnya, obatnya. Kita pastikan siap agar nanti kalau ada masyarakat yang terkena dan jumlahnya sangat banyak kita sudah mengantisipasi sejak awal," katanya.

Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kadir menambahkan penanganan dan penanggulangan COVID-19 di rumah sakit diutamakan kepada pasien-pasien dengan kondisi gejala sedang sampai berat.

"Oleh karena itu, untuk pasien-pasien yang kondisinya, misalnya, konfirmasi positif tanpa gejala atau konfirmasi positif dengan gejala yang ringan itu diharapkan untuk isolasi mandiri dan tetap berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," ujar Kadir.

Kemenkes juga memberikan donasi dan bantuan kepada beberapa rumah sakit umum daerah yang membutuhkan peralatan kesehatan dalam rangka peningkatan kapasitas rumah sakit tersebut.

"Kami sudah membagi-bagikan kepada mereka seperti mulai dari tempat tidur, infus, alat-alat canggih lainnya dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga medis agar mampu melayani masyarakat dengan baik," ucap Kadir.

(idn/hri)