Kakorlantas Polri: 30% Mudik Lokal Tahun Baru Menuju Jateng

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 11:00 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Istiono meninjau dapur umum pengungsi Gunung Merapi di Kemalang, Klaten, Selasa (29/12/2020).
Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat berada di Klaten, Selasa (29/12/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Polisi menyoroti wilayah Jawa Tengah pada Operasi Lilin Candi 2020. Diperkirakan 30 persen pemudik libur Tahun Baru 2021 tujuannya ke Jawa Tengah.

"Evaluasi mudik akhir tahun, kita mesti antisipasi karena mudik yang paling banyak tujuannya itu ke Jawa Tengah. Penelitian Kementerian Perhubungan 30 persen mudik lokal tahun baru menuju Jawa Tengah," ungkap Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono.

Hal ini disampaikan Istiono kepada wartawan usai meninjau dapur umum Korps Brimob dan penyerahan bantuan pengungsi Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (29/12/2020).

Pantauan di lokasi, rombongan Kakorlantas Polri tiba pada pukul 08.00 WIB menyerahkan bantuan bagi pengungsi Desa Balerante dan Tegalmulyo. Kakorlantas kemudian meninjau dapur umum milik korps Brimob di lapangan Keputran.

Kembali soal pemudik Tahun Baru 2021, Istiono menjelaskan dengan banyaknya jumlah pemudik yang ke Jawa Tengah, maka perlu adanya antisipasi terhadap kerumunan. Dia menegaskan masyarakat harus menghindari kerumunan dan menjaga ketat protokol kesehatan.

"Hindari kerumunan. Protokol kesehatan harus dijaga ketat karena kapan berakhirnya pandemi COVID kita tidak tahu, dan harus kita cegah karena ada informasi baru tentang peningkatan kasus," sambung Istiono.

Istiono mengungkap Polri menggelar tes COVID-19 secara acak di titik tertentu area publik. Seperti di rest area, tempat wisata dan kerumunan lain.

"Kita mengadakan random test untuk melayani masyarakat sehingga jika badan tidak enak masyarakat bisa memeriksakan diri. Tes PCR COVID-19 ini gratis," ungkap Istiono.

Pada malam Tahun Baru 2021, tegas Istiono, tidak ada kegiatan kerumunan sebab Polri tak mengeluarkan izin keramaian. Hal itu harus dipatuhi, lanjutnya, demi mencegah penyebaran COVID-19.

"Tidak ada penyekatan, yang kita gelar di jalan itu random test di rest area titik tertentu. Di rest area dari Jawa Tengah sampai Jawa Timur 70 titik dan di titik tertentu wisata ada PCR antigen," papar Istiono.

Lebih lanjut dikatakan Istiono, random test COVID-19 yang disiapkan sebanyak 20.000 tes bekerjasama dengan BNPB. Menurutnya, saat ini kesadaran masyarakat mulai meningkat.

"Kesadaran masyarakat mulai meningkat untuk memastikan kesehatannya agar tidak menular ke orang lain. Untuk malam tahun baru kembang api tidak ada," lanjut Istiono.

"Malam tahun baru kembang api tidak boleh, keramaian tidak diizinkan. Tolong ini dipatuhi sebab jika ada kembang api mengundang kerumunan, reuni-reunian juga harus dihindari," pungkas Istiono.

(sip/mbr)