Pengacara Haikal Hassan Bakal Laporkan Balik Husin Shihab ke Polisi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Des 2020 19:54 WIB
Jakarta -

Pihak Haikal Hassan berencana melaporkan balik pelapornya, Husin Alwi Shihab atau Husin Shihab, ke Polda Metro Jaya. Kuasa hukum Haikal Hassan, Tonin Singarimbun, menilai laporan Husin Shihab tidak sesuai fakta.

"Kami akan lapor balik dengan Pasal 35 (UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE). (Ancaman hukuman) 12 tahun dengan dengan denda Rp 12 miliar. Karena dia ubah-ubah bentuk laporannya. Karena UU ITE menyatakan barang siapa mengubah barang bukti berupa elektronik itu kena. Karena diubah sama dia. Karena full-nya bukan seperti itu," kata Tonin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/12/2020).

"Bayangkan sesuatu yang dipotong-potong dilaporkan ke polisi, diterima, diproses. Mau jadi apa negara ini? Kalau begini selalu tiba-tiba ITE. ITE kan nggak begitu," sambungnya.

Tonin menyebutkan kliennya tersebut tidak bisa dijerat dengan UU ITE. Menurut dia, tidak ada hukum pidana di Indonesia yang bisa menjerat seseorang karena bermimpi.

"Dikatakan seseorang bermimpi bertemu Rasul, apa salahnya? Kenapa itu dibuat jadi masalah? Belum ada UU yang menyatakan siapa yang bermimpi dengan Rasulullah kena pidana, nggak ada hoax-nya. Kecuali ada ketentuan dari Kemenag, kan tidak ada," terang Tonin.

Lebih lanjut, Tonin menjelaskan kliennya itu berbicara mimpi bertemu Rasulullah usai diminta memberikan sambutan saat menghadiri pemakaman 5 laskar FPI di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Saat itu, Haikal Hassan bercerita mimpi bertemu Rasulullah berdasarkan pengalaman yang dialaminya saat anaknya yang masih kecil meninggal dunia.

"Babe (Haikal Hassan) ini waktu itu dalam rangka mendatangi suatu ada orang-orang yang belasungkawa. Diminta MC untuk menyampaikan satu dua patah kata. Dengan bahasa pengantar assalamualaikum dan sebagainya ini untuk keluarga yang berduka. Salah?" terangnya.

Menurut Tonin, pengalaman Haikal tersebut disampaikan kepada keluarga laskar sebagai bentuk memberikan kekuatan dan dukungan.

"Beliau memberikan kekuatan bagaimana 20 tahun lalu anaknya pertama dan kedua meninggal masih usia kecil. Saat meninggal itu dia dapat penghiburan dalam arti kata bermimpi, 20 tahun yang lalu, sehingga dia jadi kuat," tutur Tonin.

Simak penjelasan pelapor, Husin Shihab di halaman selanjutnya....