Usai Blusukan, Risma dan Jajaran Rapat Bahas Penanganan Pemulung

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 28 Des 2020 18:21 WIB
Mensos Risma blusukan, berdialog dengan pemulung di kawasan Pramuka, Jakarta Pusat.
Risma berdialog dengan pemulung. (Dok. Kemensos)
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) blusukan menemui pemulung dan gelandangan di bantaran Kali Ciliwung yang berada di belakang Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat. Usai blusukan, Risma dan jajaran langsung berkonsolidasi untuk membahas penanganan pemulung dan gelandangan.

"Jadi yang kalau untuk rumah tinggalnya kita belum tahu nanti sejauh seperti apa gitu. Jadi memang ibu (Risma) belum secara lebih gamblang. Mungkin nanti kita sambil berjalan proses, mungkin ibu udah konsolidasiin soalnya dengan para Eselon 1 kita," kata Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial Herman Koswara saat dihubungi, Senin (28/12/2020).

Saat kunjungannya tadi, Risma sempat menawarkan tempat tinggal kepada sejumlah pemulung dan gelandangan. Namun Herman belum bisa membeberkan detail rencana pemberian tempat tinggal bagi pemulung itu.

"Nah kalau untuk rumah tinggal itu terkait dengan program ATENSI pemulung. Yang jelas memang mungkin pemulung juga bagian dari yang harus diperhatikan," ujar Herman.

Selain itu, Risma sempat mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial di Bekasi. Risma ingin melihat langsung pelayanan yang diberikan kepada gelandangan dan pengemis.

"Dalam rangka dia melakukan peninjauan karena itu adalah UPT (Unit Pelaksana Teknis) kita yang memberikan pelayanan langsung sebagai shelter bagi gelandangan dan pengemis. Itu satu-satunya UPT kita yang menangani untuk shelter gelandangan dan pengemis yang ada di Bekasi," ujar Herman.

Herman menjelaskan Risma saat ini tengah fokus melihat sarana dan prasarana yang dimiliki Kemensos. Risma juga, kata Herman, ingin memastikan fasilitas yang dimiliki Kemensos itu bermanfaat bagi masyarakat.

"Kalau untuk program beliau mungkin kelihatannya paling tidak ingin melihat sarana-prasarana yang dimiliki. Dan kebetulan itu balai rehabilitasi, mungkin sarana rehabilitasi sosialnya seperti apa, standar pelayanan rehabilitasi yang dimiliki juga seperti apa," jelas Herman.

"Terus objective goal dari proses rehabilitasi yang dilakukan terhadap penerima manfaat juga seperti apa, gitu. Jadi lebih istilahnya beliau intinya melakukan sebuah pemotretan langsung gitu," pungkasnya.