Generasi Muda JI Dilatih 6 Bulan di Jateng, Polri: Siap Dikirim ke Suriah

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 28 Des 2020 18:01 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan maklumat Kapolri tentang kepatuhan protokol kesehatan dalam tahapan pemilihan 2020.
Irjen Argo Yuwono (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Polri menyebut para generasi muda kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Tengah dilatih selama enam bulan. Setelah menjalani pelatihan, generasi muda JI itu kemudian siap dikirim ke Suriah untuk mengikuti pelatihan militer.

"Pelatihan ini berlangsung selama 6 bulan. Dan setelah 6 bulan selesai kemudian yang bersangkutan para yang dilatih murid-murid ini siap untuk dikirim ke Suriah dan bergabung dengan organisasi teroris Jabah Nusa yang berafiliasi dengan Al-Qaeda untuk melanjutkan apa, pelatihan militer di sana," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2020).

Argo menuturkan perekrutan generasi muda kelompok JI itu dilakukan sejak sembilan tahun lalu. Total ada 96 orang yang tergabung dari 7 angkatan.

"Bahwa perekrutan generasi muda JI sudah sejak tahun 2011 kemudian ada 7 angkatan dengan total 96," tuturnya.

Dari total 96 orang generasi muda itu, 66 orang di antaranya telah diberangkatkan ke Suriah. Sementara sisanya, kata Argo, ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

"Dari 96 ini kemudian yang berangkat ke Suriah ada 66. Dan tentunya kenapa 66, kenapa nggak 96 ke Suriah, karena ada beberapa yang sudah kita lakukan penangkapan sehingga jumlahnya berkurang, yang berangkat ke Suriah," ujarnya.

Argo menyampaikan generasi muda yang berada di Suriah beberapa ada yang tewas dan telah dimakamkan di sana. Sementara sebagian lainnya ada yang kembali ke Tanah Air.

"Anggota yang berangkat ke Suriah juga ada yang beberapa yang tewas di sana dimakamkan ke Suriah kemudian ada yang kembali ke Indonesia. Beberapa sudah kita lakukan penangkapan dan sudah divonis oleh pengadilan dan juga masih ada sedang dalam proses," ucapnya.

Lebih lanjut, Argo mengatakan para generasi muda JI itu selama di Suriah mendapatkan pelatihan cara menggunakan senjata dan merakit bom. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang narapidana terorisme (napiter) bernama Ahmad Hafis selaku murid dari pelatih JI di Semarang bernama Karso.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: