Gerindra ke PKS: Rakyat Cerdas, Tak Lagi Terjebak Politik Asal Anti

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 28 Des 2020 14:59 WIB
Wakil Ketua MKD DPR, Habiburokhman.
Habiburokhman (Rolando/detikcom)
Jakarta -

PKS mengincar suara masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama satu tahun memimpin. Gerindra menilai pembahasan terkait Pilpres 2024 masih jauh.

"2024 masih gaib banget, terlalu prematur kalau kita bahas saat ini," ucap Waketum Partai Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Senin (28/12/2020).

Kendati demikian, Habiburokhman menilai masyarakat Indonesia sebagai pemilih yang cerdas. Ia menilai partai oposisi apa pun, termasuk PKS, hanya akan mendapat suara jika mampu memberi solusi atas permasalahan publik.

"Tapi secara umum rakyat sudah cerdas, tidak lagi terjebak politik asal beda dan asal anti. PKS atau partai apa pun yang oposisi hanya akan mendapatkan suara jika mereka menjadi oposisi yang berkualitas, dalam artian memberi solusi yang cerdas atas persoalan-persoalan masyarakat," katanya.

Wakil Ketua MKD DPR RI itu juga mengatakan masyarakat akan menilai kinerja calon anggota Dewan selama berada di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Menurutnya, oposisi tidak akan mendapat suara apabila hanya mencela tanpa menunjukkan kerja nyata.

"Rakyat juga akan melihat performa masing-masing wakil mereka di dapil. Wakil rakyat yang kerja serius inshaallah akan dapat suara signifikan," ujarnya.

"Oposisi kelas kardus yang hanya bisa mencela tanpa kerja nyata nggak akan pernah dapat apa-apa," sambung Habiburokhman.

Seperti diketahui, Presiden PKS Ahmad Syaikhu memaparkan hasil survei Litbang Kompas. Menurut Syaikhu, berdasarkan survei Litbang Kompas, sebanyak 52,5 persen responden tidak puas terhadap kinerja Presiden Jokowi selama setahun menjabat.

"Survei Litbang Kompas pada Oktober 2020 menunjukkan ada sekitar 52,5 persen masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja satu tahun pemerintahan," kata Syaikhu saat memberi sambutan di acara Musyawarah Wilayah (Muswil) V PKS yang disiarkan di kanal YouTube PKS, Minggu (27/12).

Syaikhu mengingatkan kader PKS bahwa angka 52,5 persen tidak kecil. PKS mengincar suara masyarakat yang tidak puas tersebut.

"(Angka) 52,5 persen bukan angka yang kecil. Suara rakyat yang tidak puas tersebut harus dipastikan mampu berlabuh di PKS," tegasnya.

(hel/gbr)