8 Catatan MKGR untuk Pemerintah, Kelompok Intoleran Hingga Korupsi

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 28 Des 2020 10:04 WIB
Ketua Ormas MKGR, Adies Kadir
Foto: MKGR
Jakarta -

Dalam setahun terakhir, perkembangan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sangat beragam. Namun peristiwa yang paling menyita perhatian adalah pandemi COVID-19.

Pandemi telah mengubah banyak perilaku, gaya hidup, dan kebijakan-kebijakan publik pada era new normal. Setelah mencermati berbagai pandangan, Ormas MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) menyampaikan pernyataan akhir tahunnya.

Pertama, sebagai bangsa yang menjadikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bertanah air, Ormas MKGR terus mendorong kehidupan berbangsa yang didasarkan pada kemajemukan, inklusivitas, kebersamaan, harmoni serta prinsip nilai-nilai kemanusiaan.

"Ormas MKGR menilai perlunya ketegasan pemerintah untuk menindak kelompok-kelompok intoleran dan radikal yang menimbulkan gejolak dan mengganggu keutuhan NKRI tanpa berhenti untuk menyerukan tentang konsep berbangsa dan bernegara yang telah final," kata Ketua Umum Ormas MKGR, Adies Kadir dalam keterangannya, Senin (28/12/2020).

Adies juga menjelaskan Ormas MKGR mendorong agar sosialisasi terhadap nilai-nilai kebangsaan dilakukan secara inovatif berbasis teknologi informasi serta dilakukan lebih masif.

Kedua, Ormas MKGR mengapresiasi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi dan telah berlangsung dengan baik, sukses, dan demokratis. Adies juga mengapresiasi dan memberi penghargaan yang tinggi atas pencapaian Partai Golkar yang memenangi Pilkada sebanyak 61%.

Menurutnya prestasi ini tak lepas dari kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan politik tanpa mahar yang menjadi kebijakan Partai Golkar.

Ketiga, perlambatan ekonomi akibat wabah COVID-19 telah mengakibatkan peningkatan pengangguran dan angka kemiskinan. Ormas MKGR mendesak pemerintah meningkatkan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan memberdayakan UMKM dan sektor pertanian.

"Sektor UMKM mesti ditingkatkan pada akses permodalan dan digitalisasi akan berdampak luas terhadap roda perekonomian. Sedangkan pada sektor pertanian yang tumbuh positif hingga 16,4% selama pandemi perlu didorong dengan program pertanian berkelanjutan dan terintegrasi," tambah Adies.

Keempat, untuk menjaga daya beli masyarakat, Ormas MKGR merekomendasikan pemerintah untuk mengubah pola bantuan sosial kepada masyarakat terampak secara langsung dalam bentuk BLT. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan wewenang sehingga merugikan kelompok terdampak dan masyarakat penerima.

Kelima, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertujuan untuk mendorong peningkatan investasi dan kemudahan perizinan berusaha di Indonesia. Adies mengatakan regulasi ini merupakan instrumen reformasi birokrasi dan upaya mereduksi tumpang tindihnya berbagai aturan di Indonesia serta akselerasi penciptaan lapangan kerja.

Ormas MKGR juga meminta pemerintah mempercepat peraturan pemerintah dan petunjuk pelaksana teknis sebagai implementasi UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Keenam, Ormas MKGR memberi apresiasi yang besar kepada Presiden Joko Widodo yang telah menggratiskan vaksin COVID-19 untuk rakyat. Apalagi, ia rela menjadi orang pertama yang divaksinasi.

"Pemerintah perlu untuk meningkatkan sosialisasi serta menyusun dan mempersiapkan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan dalam vaksinasi," ujar Adies.

Ormas MKGR juga mengajak masyarakat meningkatkan kepatuhan terhadap protokoler kesehatan dengan mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu, Ormas MKGR juga mendorong peningkatan kebijakan tracing, test, dan treatment sebagai strategi memerangi COVID-19.

Ketujuh, korupsi merupakan perbuatan yang merugikan dan merusak kehidupan bernegara. Ormas MKGR mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dan KPK untuk menindak korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara.

"Kami juga mendorong pemberian efek jera kepada pejabat politik yang melakukan korupsi dalam bentuk pencabutan hak politik dan pemiskinan terhadap koruptor," tambahnya.

Kedelapan atau terakhir, Ormas MKGR mendorong seluruh elemen bangsa memperkuat solidasitas kebangsaan dengan saling membantu dan menolong anak bangsa yang mengalami kesulitan dan kesusahan. Dengan kesadaran tersebut, Ormas MKGR yakin bangsa Indonesia akan bangkit dari situasi pandemi yang belum berakhir.

"Rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan saling memiliki merupakan kekuatan bangsa Indonesia untuk bertahan menghadapi situasi yang sulit ini," sambung Adies.

(ega/ega)