ADVERTISEMENT

Urband Legend

Benteng Rotterdam, Saksi Bisu Wabah Penyakit di Perang Kerajaan Gowa Lawan VOC

Hermawan Mappiwali - detikNews
Minggu, 27 Des 2020 13:44 WIB
Foto Drone Fort Rotterdam
Foto: Benteng Rotterdam Makassar (Didik Dwi/detikTravel)
Makassar -

Tepat di tepi pantai sebelah barat Kota Makassar, berdiri sebuah benteng yang bernama Fort Rotterdam. Tak hanya menjadi saksi perang antara Kerajaan Gowa melawan VOC Belanda, benteng ini juga menjadi saksi bisu wabah penyakit di zaman itu.

Fort Rotterdam ialah benteng milik kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 di era pemerintahan Raja Gowa ke-10 I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung yang bergelar Karaeng Tunipalangga Ulaweng.

"Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin benteng ini difungsikan sebagai pusat basis pertahanan dan persiapan perang dan membasuh panji-panji Kerajaan Gowa dengan darah dalam rangka menghadapi armada VOC," ujar Sejarawan dari Universitas Negeri Makassar Dr.Bahri dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (25/12/2020) lalu.

Benteng ini kemudian menjadi saksi bisu Perang Makassar yang berlangsung dari tahun 1660 hingga 1669 antara VOC Belanda dengan Kerajaan Gowa. Banyak korban berjatuhan baik dari pihak Belanda maupun Kerajaan Gowa.

"Di akhir Perang Makassar Benteng Roterdam hancur, rumah raja dalam benteng tersebut juga hancur. Kekalahan ini memaksa kerajaan Gowa menandatangani perjanjian Bongaya di 18 November 1667," katanya.

Benteng Rotterdam makassarBenteng Rotterdam makassar Foto: (Ibnu Munsir/detikcom)

VOC Belanda yang menguasai Rotterdam dari Perang Makassar mengubah benteng tersebut menjadi gaya arsitektur Eropa. VOC Belanda juga menjadikan benteng tersebut sebagai pusat pertahanan dan perekonomian.

"Benteng Ujung Pandang berfungsi sebagai markas komando pertahanan, pusat perdagangan, pusat pemerintahan dan pemukiman pejabat-pejabat Belanda serta tahanan bagi penentang Belanda, seperti Pangeran Diponegoro salah satu pahlawan nasional Indonesia yang diasingkan di dalam Benteng Ujung Pandang pada tahun 1834-1855," jelasnya.

Ternyata, banyaknya korban tewas di Benteng Rotterdam bukan saja karena perang, tapi juga akibat wabah penyakit. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT