Kisah Gus Yaqut dan Pelestarian Kelelawar di Gunung Kendeng

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 16:56 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas (dok Istimewa)
Menag Yaqut Cholil Qoumas (dok Istimewa)
Jakarta -

Budayawan Katolik Romo Aloysius Budi Purnomo Pr punya cerita tersendiri tentang sosok Yaqut Cholil Qoumas, yang baru dilantik menjadi Menteri Agama. Dengan jenaka, Romo Budi bercerita kebaikan Gus Yaqut yang tak hanya dekat dengan sesama manusia, namun juga peduli terhadap lingkungan alam sekitar.

Alkisah, pada November lalu, dia dan Gus Yaqut pergi ke sebuah perkampungan di Pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah. Di sana banyak kelelawar yang merupakan sahabat petani, karena mereka biasa memangsa wereng.

Tapi sejak beberapa waktu terakhir, banyak yang memburu kelelawar sehingga merugikan para petani di sana karena hama wereng jadi merajalela. Untuk membasminya, perlu disemprot zat kimia. Padahal, kalau ada kelelawar, hal itu tak diperlukan sehingga lebih ramah lingkungan.

Pada suatu hari, seorang warga Sedulur Sikep, Gunritno, mengusulkan perlunya mengutip dalil-dalil dalam Islam (hadis) yang melarang manusia membunuh kelelawar. Tak cuma itu. Saat bertemu Gus Yaqut dia juga meminta izin agar di poster berisi hadis itu ditambahi dengan foto Ketua Umum GP Ansor itu agar orang-orang takut untuk memburu kelelawar.

Romo Aloysius Budi Purnomo (Dok detikcom)Romo Aloysius Budi Purnomo (Dok detikcom)

"Ternyata beliau setuju, maka dipasanglah itu poster-poster di hutan-hutan di sekitar pegunungan Kendeng, ha-ha-ha...," tutur Romo Aloysius Budi dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Jumat (25/12/2020).

Ia pribadi menilai Gus Yaqut, begitu sapaan Yaqut Cholil Qoumas, sebagai sosok yang teduh, mengayomi. Romo Aloysius Budi mengaku sering bertemu Gus Yaqut kalau datang ke Ciganjur menghadiri haul Gus Dur (Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid). Di situ keduanya biasa minum kopi bersama.

"Gus Yaqut ini teman ngopi saya. Saya bangga Gus Yaqut yang saya kenal sangat peduli kepada NKRI menjadi Menteri Agama," tuturnya.

(ddg/jat)