Menyusuri Hutan Kalimantan, Mencari Tanda Kedaulatan Indonesia

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 16:10 WIB
Patroli perbatasan di PLBN Badau
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Badau -

Di hari Minggu pagi pada pertengahan bulan Desember 2020, personel TNI dari Yonif 407/Padma Kusuma Kodam IV/Diponegoro melakukan patroli patok di Desa Seriang, Kecamatan Badau. Patroli dilakukan untuk meninjau kondisi patok teritorial Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah Serawak, Malaysia.

Tim detikcom yang tengah berkunjung ke Badau untuk program Tapal Batas hasil kerja sama BRI dengan detikcom, berkesempatan mengikuti perjalanan personel Yonif 407/Padma Kusuma menyusuri patok negara Indonesia.

Hamparan jalan terjal berbatu langsung menyambut rombongan personel TNI dan tim detikcom begitu keluar dari Pos Seriang Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 407/Padma Kusuma Kodam IV/Diponegoro. Pencarian patok negara dimulai dengan menyusuri Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) menuju kawasan Hutan Lindung Kalimantan.

Dansatgas Pamtas Yonif 407/Padma Kusuma Letkol Inf Catur Irawan menjelaskan satuannya bertugas menjaga perbatasan di area Badau, Kalimantan Barat yang termasuk wilayah perbatasan sektor utara. Yonif 407/Padma Kusuma mendapatkan mandat untuk menjaga ketertiban dan kondusifitas di area perbatasan. Beberapa pos satgas dibuat untuk memantau jalur-jalur pertemuan batas wilayah Indonesia dan Malaysia.

Dikatakan Catur, jalur tikus perbatasan kerap menjadi akses bagi para pekerja ilegal dan penyelundup barang. Maka dari itu, personel TNI melakukan penjagaan di area-area rawan tersebut.

"Jalur tikus itu ada yang sudah berubah jadi jalur gajah. Artinya jalanannya besar, bisa dilewati mobil. Itu sering dijadikan akses untuk penyelundupan barang. Maka dari itu, kami memutus akses mereka dengan menempatkan personil di pos dan menutup jembatan," jelas Catur saat ditemui detikcom.

Tugas lain dari Yonif 407/Padma Kusuma yaitu mencari dan mengawasi kondisi patok perbatasan. Dikatakan Catur, ada beberapa patok-patok perbatasan wilayah negara Indonesia berada di tempat yang sulit dijangkau, seperti di atas bukit terjal. Sebab, patok tersebut memang harus diletakkan di tempat yang sesuai dengan titik batas wilayah.

Patroli perbatasan di PLBN BadauPatroli perbatasan di PLBN Badau Foto: Rachman Haryanto/detikcom

"Kalau misalnya ditempatkan agak di bawah, memang lebih mudah dijangkau. Tapi, patok itu kan kalau bergeser sedikit saja akan mempengaruhi luas keseluruhan titik perbatasan negara," papar Catur.

Seperti yang dikatakan Catur, perjalanan mencari patok wilayah Ibu Pertiwi nyatanya tak sesederhana memantau patok batas tanah di perkampungan. Medan yang dilewati terbilang ekstrim. Turunan curam dengan kemiringan nyaris 90 derajat membuat nyali sempat ciut. Akar dan ranting pohon turut merintangi perjalanan.

Berbekal petunjuk dari perangkat GPS, pasukan TNI Yonif 407 menyisir hutan lebih dalam lagi. Untuk mencapai lokasi yang ditunjukkan GPS, rombongan mesti berjibaku melalui aliran anak sungai, mendaki tanjakan curam, dan menerabas semak belukar.

Tak kurang 2 jam lamanya perjalanan menegangkan tersebut berlangsung, sampai akhirnya rombongan menemukan salah satu patok teritori Indonesia. Patok tersebut ternyata hanya berupa balok beton berbentuk kerucut yang menancap ke dalam tanah. Meski ukurannya kecil, patok tersebut merupakan simbol kedaulatan negara Indonesia.

Tentara Gabungan Indonesia Malaysia yang tergabung menjadi Satuan Tugas Penjaga Perbatasan (Satgas Pamtas) menjalani operasi patok bersama-sama di kawasan Entikong.Tentara Gabungan Indonesia Malaysia yang tergabung menjadi Satuan Tugas Penjaga Perbatasan (Satgas Pamtas) menjalani operasi patok bersama-sama di kawasan Entikong. Foto: Rachman Haryanto

Sementara itu, Danpos Seriang Yonif 407/Padma Kusuma Kodam IV/Diponegoro Ahmad Sofyanto mengatakan patroli patok merupakan agenda rutin setiap sebulan sekali. Ia menjelaskan Pos Seriang bertanggung jawab mengawasi 200 patok perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Tujuan patroli patok ini supaya hutan lindung tapal batas tetap terjaga tidak ada pergeseran patok. Kita dokumentasikan laporkan ke komando atas," ungkap Ahmad.

Setiap kali patroli, kata Ahmad, personel melakukan perjalanan sekitar satu minggu. Mereka membawa perbekalan lengkap, seperti tenda, ransum, hingga senjata untuk persiapan menginap di tengah hutan belantara.

"Biasanya kita mendapatkan mandat dari komando atas melaksanakan patroli patok selama sebulan sekali selama satu minggu. Satu minggu itu kita bermalam di hutan membawa bekal," kata dia.

Tentara Gabungan Indonesia Malaysia yang tergabung menjadi Satuan Tugas Penjaga Perbatasan (Satgas Pamtas) menjalani operasi patok bersama-sama di kawasan Entikong.Tentara Gabungan Indonesia Malaysia yang tergabung menjadi Satuan Tugas Penjaga Perbatasan (Satgas Pamtas) menjalani operasi patok bersama-sama di kawasan Entikong. Foto: Rachman Haryanto

Rangkaian program Tapal Batas kerja sama detikcom dengan BRI dilaksanakan dalam momen ulang tahun BRI yang ke-125. BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(prf/ega)