KSP Kritik Komentar Din soal Tawaran Wamendikbud: Sinis, Segera Move On

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 07:15 WIB
Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin.
Foto: Rahel Narda Chaterine/detikcom
Jakarta -

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, angkat bicara soal anggapan Din Syamsuddin yang menganggap tawaran menjadi Wamendikbud kepada Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti hal yang merendahkan Muhammadiyah. Ngabalin mempertanyakan hal tersebut.

"Apa, apa perspektifnya? Pertama, harus dicek apa yang menjadi alasan Pak Din yang mengomentari seperti itu," ujar Ngabalin saat dihubungi, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, ucapan Din itu merupakan pernyataan sinis. Ngabalin merasa heran apa yang dilakukan pemerintah dianggap buruk oleh Din.

"Masa sih semua yang dilakukan pemerintah itu buruk di mata Pak Din, sementara Pak Din itu adalah figur yang memang selama ini dijadikan anak-anak muda Muhammadiyah, meskipun saya menghargai apa yang disampaikan beliau, tapi itu tidak mencerahkan generasi baru Muhammadiyah. Itu pernyataan yang sinis, segeralah move on," ucapnya.

Ngabalin kemudian menyinggung mengenai jabatan Utusan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban yang pernah disandang oleh Din. Menurutnya, kala itu Din menerima jabatan tersebut meski pernah menjadi Ketua Umum MUI dan Ketua Umum PP Muhammadiyah.

"Pak Din itu kan profesor, bukan provokator. Kenapa diksinya menggunakan diksi-diksi yang memprovokasi. Nggak boleh begitu, itu nggak bagus bagi kalangan kader dan Muhammadiyin," katanya.

"Kan beliau mantan Ketua Muhammadiyah, mantan Ketua MUI, profesor doktor kok tumben sekarang baru bicara malu. Dulu waktu ditawari jadi Utusan Khusus Presiden kok tidak malu dan menerima," imbuh Ngabalin.

Simak video 'Alasan Abdul Mu'ti Tolak Tawaran Jokowi Jadi Wamendikbud':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2