Polres Jaksel-TNI Kerahkan 1.400 Personel Amankan Perayaan Natal

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 21:44 WIB
Dok. Istimewa
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Tim gabungan Polres Jakarta Selatan bersama TNI dan aparatur pemerintah terjun bersama dalam pengamanan Natal dan tahun baru. Total ada 1.400 personel yang diterjunkan.

"Personel kita ada 1.400 untuk Operasi Lilin Natal ini. Gabungan TNI-Polri. Dari Polri ada 1.000 orang, dari TNI 400 orang," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono kepada wartawan, Kamis (24/12/2020).

Budi mengatakan pihaknya menyiapkan 10 pos pengamanan yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan. Warga dapat melakukan tes rapid antigen secara gratis.

"Kita melaksanakan serentak di semua pospam di Jaksel. Kita melaksanakan rapid test antigen gratis untuk warga. Bagi masyarakat yang berkeinginan, silakan datang langsung ke pospam-pospam wilayah Jaksel. Kita berikan rapid test antigen, kita berikan surat keterangan yang bisa digunakan untuk bepergian serta ke mana," ujar Budi.

Di pos pengamanan ini, sebut Budi, juga disediakan ambulans. Apabila ada warga yang reaktif, mereka akan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk menjalani tes PCR.

"Kita bawa ke kecamatan untuk melaksanakan PCR. Setelah ada yang reaktif, kita siapkan ambulans di sini, langsung kita bawa ke dinkes kecamatan. Kalau nanti positif, kita kirim ke Wisma Atlet atau isolasi mandiri tergantung saran dari dokter," ucapnya.

Sementara itu, Polres Jaksel turut menyiapkan pengamanan malam Natal di gereja-gereja. Pihaknya juga melakukan pengecekan ke sejumlah gereja, seperti Gereja Santo Yohanes Kebayoran Baru, Gereja Santo Stevanus Cilandak, Gereja Bahtera Kasih Pasar Minggu, dan Gereja Kharisma Kebayoran Lama.

"Yang pasti sudah ada Maklumat Kapolri. Kita akan melakukan pengamanan-pengamanan, baik malam tahun baru maupun malam Natal. Untuk malam Natal kita sudah siapkan pengamanan, khususnya di gereja yang melaksanakan kegiatan dan sudah jelas di Maklumat Kapolri bahwa kegiatan Natal boleh dilaksanakan di gereja, tidak boleh di luar," kata Budi.

"Kami akan melakukan pengamanan sesuai jadwal kegiatan. Mereka sudah melaporkan banyak yang sudah melaksanakan kegiatan secara virtual, tapi ada juga yang offline tapi sesuai batasan-batasan protokol kesehatan," tambahnya.

(isa/isa)