Haikal Hassan Isolasi Mandiri Usai PCR Negatif, Polisi Atur Jadwal Pemanggilan

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 12:38 WIB
Haikal Hassan penuhi panggilan polisi untuk klarifikasi soal mimpi bertemu Rasul.
Haikal Hassan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Haikal Hassan menjalani isolasi mandiri meski dinyatakan negatif COVID-19 berdasarkan hasil swab test PCR. Polisi akan melakukan penjadwalan ulang untuk klarifikasi Haikal Hassan terkait ceritanya bertemu dengan Rasulullah SAW.

"(Haikal Hassan) isolasi mandiri dulu, nanti baru kita jadwalkan lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di RT 17/5 Penggilingan, Cakung, Jaktim, Kamis (24/12/2020).

Yusri menjelaskan hasil swab test Haikal Hassan keluar hari ini dan dinyatakan negatif COVID-19. Yusri belum bisa memastikan kapan Haikal Hassan akan dipanggil ulang.

"Dokternya, saran dokternya (isolasi mandiri). Itu saja. Isolasi mandiri dulu, nanti kita atur lagi," ucap dia.

Kombes Yusri mengatakan tes COVID-19 ke Haikal Hassan ini adalah bentuk protokol kesehatan yang harus dilakukan sebelum menjalani pemeriksaan.

"Di-rapid test antibodi negatif, protokol kesehatan pemeriksaan harus dilakukan, ya. Reaktif di antibodi, kemudian di-swab antigen dia (Haikal Hassan) nonreaktif. Tetapi tetap kita mau diperiksa, kita lakukan PCR di RS Polri. Kita berangkat ke sana, kita lakukan PCR, alhamdulillah hasilnya sudah keluar, negatif," jelas Yusri.

Sebelumnya, Yusri menjelaskan soal rapid test terhadap Haikal Hassan. Pemeriksaan merupakan prosedur protokol kesehatan COVID-19 yang diterapkan Polda Metro Jaya terhadap setiap orang terperiksa.

Haikal Hassan datang ke Polda Metro Jaya. Dia datang untuk memenuhi panggilan permintaan klarifikasi soal ceritanya 'mimpi bertemu Rasulullah SAW' yang dilaporkan oleh Husein Shahab.

"Kemudian kita lanjutkan SOP selanjutnya melakukan swab rapid antigen, yang bersangkutan nonreaktif. Tetapi untuk lebih meyakinkan lagi, karena untuk dilakukan pemeriksaan demi keamanan petugas, berkoordinasi dengan yang bersangkutan, kemudian kita rujuk ke RS Polri untuk dilakukan PCR test lagi di sana," terangnya.

(sab/idn)