Ini Riano, Bocah 7 Tahun Asal Malaka yang Jago Pahat

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 15:34 WIB
Riano, Bocah 7 Tahun asal Malaka yang Jago Pahat
Riano, Bocah 7 Tahun asal Malaka yang Jago Pahat/Foto: Mohammad Wildan/20detik
Malaka -

Memang benar terkadang jika buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Seperti halnya Marsianus Cesilio Aron Esy (7) atau yang akrab disapa Riano. Bocah kecil ini nampaknya telah memiliki bakat alami seperti halnya sang ayah, Christophorus Xaverius Aron Esy (40).

Saat berkunjung ke toko mebel tempat Christophorus bekerja, terlihat Riano nampak asik memahat ukiran-ukiran menggunakan palu kecil yang dibuatkan ayahnya. Saat ditanya soal perasaannya saat memahat ukiran, Riano tampak malu dan mengangguk kecil mengatakan dirinya suka memahat seperti ayahnya.

"Iya saya suka (memahat ukiran)," katanya kepada detikcom baru-baru ini.

Memahat ukiran memang sepertinya sudah menyatu dalam diri Riano. Bahkan, saat ditanya soal cita-cita, ia menyebut ingin seperti ayahnya. Keinginan ini tentunya berbeda sekali dengan anak-anak seusianya yang ingin menjadi dokter, pilot, guru, dan lainnya.

"Saya mau seperti ayah, mau jadi tukang ukir," ungkapnya.

Mengenai bakat Riano, Christophorus atau yang akrab disapa Cen ini mengatakan Riano sangat mirip sekali dengan dirinya pas masa kecil. Hal ini mengingat di usia 7 tahun, Cen mengaku sudah bisa menggambar dan pegang pahatan.

Riano, Bocah 7 Tahun asal Malaka yang Jago PahatRiano, Bocah 7 Tahun asal Malaka yang Jago Pahat Foto: Mohammad Wildan/20detik

Cen bercerita awal mula Riano bisa memahat saat melihat pamannya memahat. Bahkan, saat itu usia Riano baru menginjak usia 6 tahun. Saat itu, Cen mengatakan anaknya minta dibuatkan alat pahat kecil seperti pamannya.

"Ini awal-awalnya pas pertama dia lihat pamannya, saya gambarin terus dia (pamannya) belajar ukir. Eh, dia malah minta buatin palu kecil buat dia. Waktu itu dia bilang 'ayah tolong buatin saya palu, saya mau ngukir juga seperti om'. Jadi, dari umur 6 tahun saya udah buatin palu kecilnya," ungkapnya.

Sejak saat itulah, Cen mengatakan Riano semakin senang memahat. Bahkan, setelah pulang sekolah, Riano hampir selalu ikut ayahnya bekerja setiap hari.

Riano, Bocah 7 Tahun asal Malaka yang Jago PahatRiano, Bocah 7 Tahun asal Malaka yang Jago Pahat Foto: Mohammad Wildan/20detik

"Kadang saya suka nggak fokus kerja karena pas saya pahat ukiran, dia juga mau. Jadi ya mau nggak mau dia juga harus pegang pahat sama kayak saya," katanya.

Soal pahat dan ukir, Cen mengatakan di wilayah Timor memang masih sangat jarang masyarakat yang bisa keduanya. Ia juga menjelaskan kebanyakan masyarakat yang bisa memahat dan mengukir sudah punya bakat alami dan merupakan titisan nenek moyangnya.

"Kita orang timor, khususnya orang Malaka semuanya masih dalam kategori primitive, tapi bukan dalam arti ketinggalan. Artinya dari sekian banyak orang, ada satu atau dua ibaratnya titisan. Dia berikan dalam hal mimpi, dikasih talenta. Yang bisa ngukir kebanyakan dikasih mimpi dari nenek moyang, percaya atau nggak percaya," paparnya.

Oleh karena itu, Cen berniat untuk mengajari Riano soal ukiran karena sejauh ini Riano baru mahir memahat saja. Namun, Cen juga mengaku tidak ingin memaksa keinginan anaknya. Pasalnya untuk saat ini, ia mengatakan sekolah Riano adalah hal terpenting.

Riano, Bocah 7 Tahun asal Malaka yang Jago PahatHasil ukiran kayu Riano, bocah 7 tahun asal Malaka Foto: Mohammad Wildan/20detik

"Jadi, nggak perlu dipaksa kalau memang dia (punya) bakat alami seperti ini. Umur-umur sekarang 7 tahun, 10 tahun keatas sudah mahir dia. Dia akan saya tetap fokuskan pada sekolah, tapi di luar sekolahnya bisa sambil pahat. Karena saya sudah bilang kamu masih muda perjuangin dulu sekolahnya, ayah cuma berusaha mencari nafkah nyekolahin kamu," katanya.

Setiap orang tua tentu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, sama halnya seperti Cen. Hal inilah yang akhirnya membuat Cen bekerja keras sebagai perajin ukiran mebel.

Dalam mempersiapkan dana pendidikan, Cen mengatakan terbantu dengan adanya BRI. Sejak adanya BRI kini ia makin mudah untuk menabung kebutuhannya sehari-hari sehingga dana sekolah untuk anaknya pun tidak terganggu.

"Ya itu sudah pasti, saya siapkan dana untuk anak sekolah. Saya pisahkan di tabungan masing-masing. Untuk kehidupan sehari-hari saya tabung di BRI. Jadi, setiap saya dapat (gaji), saya langsung pisahkan. Untuk keperluan sehari-hari juga saya ambil di ATM BRI karena dekat," katanya.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(akn/ega)