Cerita Abdul Mu'ti Sempat Bersedia Jadi Wamendikbud Lalu Berubah Pikiran

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 11:24 WIB
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Muti di Kudus, Minggu (26/5/2019).
Abdul Mu'ti (Akrom Hazami/detikcom)
Jakarta -

Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengaku sempat bersedia mengisi pos Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud). Namun Mu'ti berubah pikiran dan memutuskan tak bergabung di kabinet. Seperti apa ceritanya?

Pagi ini memang sempat beredar daftar wakil menteri yang bakal dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Abdul Mu'ti masuk daftar tersebut.

Tetapi dalam pelantikan yang digelar di Istana pagi tadi, Abdul Mu'ti tak terlihat hadir. Saat dimintai konfirmasi detikcom, Mu'ti menyatakan tidak bergabung di kabinet.

"Tidak. Saya tidak bergabung di kabinet," kata Mu'ti, Rabu (23/12/2020).

Lewat Twitter, Mu'ti juga menceritakan awal mula dirinya dihubungi untuk mengisi jabatan Wamendikbud. Mu'ti awalnya menyanggupi amanah yang diberikan.

"Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah," kata Mu'ti lewat akun Twitter @Abe_Mukti.

Namun Mu'ti kemudian berubah pikiran. Dia menyatakan tak akan bergabung di Kabinet Indonesia Maju.

"Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik," kata Mu'ti.

"Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri," sambung dia.

Mu'ti menyebut amanah tersebut sangat berat. Mu'ti menilai dirinya bukan sosok yang tepat mengisi jabatan Wamendikbud.

"Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2