Antrean Mengular, Penumpang Disarankan Rapid Antigen Selain di Bandara-Stasiun

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 07:51 WIB
Antrean panjang rapid test antigen di Bandara Sokarno-Hatta.
Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom
Jakarta -

Antrean panjang penumpang yang hendak rapid test terjadi di bandara maupun stasiun kereta api menjelang libur akhir tahun. Fenomena itu dinilai sebagai sebuah kebijakan yang tidak terlaksana dengan baik.

"Ini menandakan suatu kebijakan yang tidak direncanakan dengan baik karena tidak diantisipasi," ujar epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, kepada detikcom, Selasa (22/12/2020).

Menurutnya, percuma saja dilakukan rapid test jika antrean menumpuk dan timbul kerumunan. Dicky mengatakan hasil rapid test antigen tidak menjamin bahwa seseorang dinyatakan negatif, pasalnya masa infeksius virus membutuhkan waktu 2 hingga 14 hari.

Agar tak terjadi kerumunan, Dicky menyarankan calon penumpang untuk melakukan rapid test di klinik-klinik terdekat selain di bandara ataupun stasiun.

"Bisa saja (penumpang melakukan rapid) di Puskesmas terdekat sekalian juga harus ada keterangan dari puskesmasnya karena dia harus lapor," imbuhnya.

Selanjutnya, ia menyayangkan masih banyaknya warga yang pergi berlibur di tengah pandemi. Seharusnya warga tetap berdiam diri di rumah untuk meminimalisir penyebaran virus.

"Sebetulnya kondisi saat ini bukan lah kondisi yang bisa membuat atau melonggarkan orang pergi-pergi harusnya diam di rumah aktivitas tetap di seputar rumah atau di dalam kotanya. Ini kontradiksi dengan data ya perburukan pandemi kita. Jadi bukan orang boleh pergi, jadi sangat wajar kalau kondisi Indonesia ini makin buruk," tutupnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2