Sabu 201 Kg Dikirim ke Hotel di Petamburan, Jaringan Diintai Selama Sepekan

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 01:55 WIB
Jaringan Narkoba Internasional Ditangkap di Hotel Petamburan
Foto: Luqman Nurhadi-detikcom
Jakarta -

Tim gabungan Satgas Merah Putih Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap jaringan narkoba internasional di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Jaringan ini telah diintai selama hampir sepekan.

"Awalnya pengembangan yang dilakukan Tim Satgas Merah Putih Bareskrim dan Ditnarkoba Polda Metro Jaya, ini sudah hampir seminggu kita profiling, diselidiki selama seminggu. Tim Satgas Merah Putih menyelidiki informasi barang ini akan masuk ke Indonesia. Ini jaringan internasional," ujar Kabid Humas Polda metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di hotel di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).

Yusri mengatakan, awalnya pihaknya telah mengamankan 10 orang. Tim kemudian mengembangkan jaringan tersebut dan ternyata hendak mengirimkan barang haram itu ke sebuah hotel di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat.

"Kemudian kita ikuti, Awalnya 10 orang kita amankan. Barang ini akan dikirim ke suatu tempat, tempatnya di sini, di hotel ini. Itulah yang tadi jam 10 malam ada 1 tersangka diamankan di sini, jadi total 11 orang diamankan," kata Yusri.

Polisi kemudian melakukan control delivery terhadap barang tersebut. Barang tersebut ternyata dibawa ke sebuah hotel di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat.

"10 orang kita tangkap di jalan kemudian kita profiling. Kita ikuti dengan bawa 1 orang di sini dan memang ditunjukkan ke 1 orang ini di sini. Yang 10 orang sudah diamankan di Polda Metro Jaya," sambungnya.

Polisi kemudian menyergap pelaku di hotel tersebut. Polisi juga mengecek barang bukti di dalam mobil pelaku yang ternyata berisi 201 kilogram sabu.

Yusri menyebut pihaknya masih mendalami kasus ini. Polisi masih mengembangkan pelaku lain dan kemungkinan ada barang lain dari jaringan ini.

"Nanti kita dalami apa barang ini dia yang pesan atau ada yang lain, termasuk kita dalami apakah ada barang lain lagi selain ini," kata Yusri.

(dwia/mea)