Satgas COVID-19: Keterisian RS di Beberapa Daerah Sudah Mencapai 80 Persen

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 17:26 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Satgas Penanganan COVID-19)
Jakarta -

Keterisian rumah sakit yang menangani COVID-19 di beberapa daerah lebih dari 80 persen. Pemerintah daerah pun diminta untuk memperhatikan keterisian rumah sakit yang sudah hampir penuh tersebut.

"Kondisi keterisian rumah sakit untuk COVID-19 di beberapa daerah pada saat ini bahkan sudah mencapai 80%. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan juga masyarakat," kata juru bicara pemerintah terkait Perkembangan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12/2020).

Wiku meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat jika kapasitas rumah sakit terus meningkat sehingga langkah-langkah antisipasi dapat diambil secepatnya.

"Pemerintah daerah segera lakukan koordinasi dengan Satgas pusat dan Kementerian Kesehatan apabila kapasitas rumah sakit terus mengalami peningkatan, sehingga dapat diambil langkah-langkah strategis seperti pendirian rumah sakit darurat," tuturnya.

Tak hanya kepada pemerintah daerah, Wiku juga mengimbau masyarakat agar ikut berpartisipasi perihal keterisian rumah sakit yang terus meningkat ini. Dia meminta masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Sebagai masyarakat, ingat, COVID-19 dapat menyerang siapapun. Langkah pencegahan yang saat ini bisa kita lakukan adalah protokol 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Mulailah dari diri sendiri dan sebarkan kepatuhan ini kepada orang-orang terdekat," ujar Wiku.

Sebelumnya, Wiku juga mengungkapkan, saat ini ada 100 ribu kasus aktif di Indonesia. Dia pun meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi penanganan virus Corona di daerah masing-masing.

"Kasus aktif COVID-19 di Indonesia sudah menembus angka 100 ribu kasus. Saya tentunya sangat menyesalkan terjadinya hal ini," kata Wiku.

Angka 100 ribu kasus aktif berarti ada 100 ribu orang yang sedang berjuang melawan COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah kasus aktif adalah jumlah kasus positif dikurangi jumlah orang yang sudah sembuh dan meninggal dunia. Angka ini juga mencerminkan kurangnya disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Sehingga masih terjadi bukan hanya penularan, tetapi juga peningkatan penularan di Indonesia saat ini," kata Wiku.

(mae/imk)