Masuk DPO Kejaksaan, Ketua PDIP Paluta Divonis 2 Tahun di Kasus Penggelapan

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 12:50 WIB
Ketua PDIP Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Syafaruddin Harahap
Ketua PDIP Paluta, Syafaruddin Harahap (Foto: Dok. Istimewa)
Padang Lawas Utara -

Ketua PDIP Padang Lawas Utara (Paluta), Syafaruddin Harahap, masuk daftar pencarian orang (DPO). Syafaruddin telah divonis 2 tahun di kasus penggelapan.

"Terdakwa Syafaruddin Harahap telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun terkait tindak pidana penggelapan," kata Kepala Seksi Bidang Intelijen Kejari Paluta, Budi Darmawan, saat dimintai konfirmasi, Selasa (22/12/2020).

Dia mengatakan vonis tersebut merupakan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 923 K/Pid/2019. Dia mengatakan Syafaruddin masuk DPO karena tidak kooperatif dalam melaksanakan putusan tersebut.

"Saat ini beliau sudah kita masukkan dalam daftar pencarian orang karena yang bersangkutan diduga tidak kooperatif untuk melaksanakan putusan tersebut," ucap Budi.

Kejaksaan sendiri telah mengirim surat panggilan kepada Syafaruddin. Namun, Syafaruddin tidak merespons surat dan tidak ada di rumah saat dicari pihak Kejaksaan.

Budi mengatakan pihak keluarga menyebut Syafaruddin tidak di rumah karena sedang berobat. Namun, pihak keluarga tidak dapat menunjukkan bukti Syafaruddin sedang sakit.

"Bahwa istri terpidana Syafaruddin Harahap menyampaikan bahwa suaminya, Syafaruddin Harahap, sedang berobat untuk pemasangan ring jantung. Namun, yang bersangkutan tidak dapat menyampaikan surat sakit, ucapnya.

Syafruddin juga tidak ada di rumah sakit saat pihak Kejaksaan mendatangi RS. Dia menyebut Syafaruddin diduga sedang bersembunyi untuk menghindari proses hukum.

"Kami menduga yang bersangkutan tidak kooperatif dengan bersembunyi untuk menghindari proses eksekusi," jelasnya.

(haf/idh)