Kasus Suap Proyek Indramayu, KPK Panggil 4 Eks Anggota DPRD Jabar

ADVERTISEMENT

Kasus Suap Proyek Indramayu, KPK Panggil 4 Eks Anggota DPRD Jabar

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 10:48 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

KPK memanggil empat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) periode 2014-2019 terkait perkara korupsi proyek di Kabupaten Indramayu yang menyeret mantan Bupati Supendi. Mereka dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Abdul Razak Muslim (ARM).

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ARM (Abdul Rozak Muslim)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Empat orang eks anggota DPRD Jabar itu adalah Ali Wardana, Imas Masitoh, Agus Welianto dan Hidayat Royani. Mereka akan dimintai keterangan terkait dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Abdul Rozak Muslim sebagai tersangka baru kasus korupsi proyek yang menyeret mantan Bupati Indramayu Supendi. Dia menjadi tersangka berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi itu.

"ARM diduga menerima sejumlah dana sebesar Rp 8,582 miliar yang pemberiannya dilakukan dengan cara transfer ke rekening atas nama orang lain," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (16/11).

KPK menetapkan eks Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono, dan Carsa dari pihak swasta. Tercatat ada tujuh proyek dengan nilai sekitar Rp 15 miliar. KPK juga mengamankan barang bukti uang ratusan juta rupiah dari para tersangka.

Rozak merupakan mantan anggota DPRD Jabar. Partai Golkar mengaku telah memecat Rozak sebagai kader. Pemecatan dilakukan saat KPK menetapkan Rozak sebagai tersangka.

"Iya benar (dipecat). Dipecat saat waktu tersangka," kata Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai Golkar Jawa Barat Sukim saat dihubungi detikcom, Minggu (6/12).

(whn/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT