Kasus Korupsi Proyek Indramayu, KPK Panggil Staf Golkar-Eks Anggota DPRD Jabar

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 11:02 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Gedung Baru KPK. Peresmian Gedung Baru KPK ini disebut sebagai semangat baru pemberantasan korupsi. Hadir pula Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara ini. Selain itu ada Mnteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Kapolri, Ketua MA, serta Jaksa Agung. Agung Pambudhy/detikcom.
Ilustrasi gedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil Staf Ahli Partai Golkar M Fajar Shidik terkait perkara korupsi proyek di Kabupaten Indramayu yang menyeret mantan Bupati Supendi. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar Abdul Rozak Muslim.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARM (Abdul Rozak Muslim)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (17/12/2020).

Selain M Fajar Shidik, KPK memanggil anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 Ganiwati. Dia juga akan diperiksa sebagai saksi dari tersangka Abdul Rozak Muslim.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Abdul Rozak Muslim (ARM) sebagai tersangka baru kasus korupsi proyek yang menyeret mantan Bupati Indramayu Supendi. Dia menjadi tersangka berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi itu.

"ARM diduga menerima sejumlah dana sebesar Rp 8,582 miliar yang pemberiannya dilakukan dengan cara transfer ke rekening atas nama orang lain," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (16/11).

KPK menetapkan eks Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono, dan Carsa dari pihak swasta. Tercatat ada tujuh proyek dengan nilai sekitar Rp 15 miliar. KPK juga mengamankan barang bukti uang ratusan juta rupiah dari para tersangka.

(fas/elz)