Round-Up

5 Fakta Banjir di Makassar Bikin Ngungsi Hampir 2.000 Keluarga

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 07:26 WIB
Banjir di Perumnas Antang Makassar.
Banjir di Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Jakarta -

Permukiman warga di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, direndam banjir. Hampir 2 ribu keluarga terpaksa mengungsi.

Dihimpun detikcom, Selasa (22/12/2020), banjir mulai merendam rumah warga sejak Minggu (20/12) kemarin. Banjir terjadi setelah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (19/12).

Tim dari Basarnas pun kemudian melakukan evakuasi. Warga diminta pindah ke lokasi pengungsian.

Berikut 5 fakta terkait banjir di Makassar:

1. Banjir Setinggi 2 Meter

Ketinggian air banjir di Perumnas Antang, Manggala, mencapai 2 meter. Banjir bahkan nyaris sampai atap rumah.

Kasi Operasi Basarnas Sulsel Muh Rizal mengatakan tim terus melakukan evakuasi warga yang masih bertahan di lantai 2 rumahnya. Warga selanjutnya dievakuasi ke lokasi pengungsian menggunakan perahu karet.

"Semua rumah-rumah sudah pada kosong, hanya sebagian warga yang bertahan untuk menjaga barang-barang," kata Kasi Operasi Basarnas Sulsel Muh Rizal saat ditemui detikcom di lokasi banjir pada Senin pagi.

2. 1.917 KK Mengungsi

Sebanyak 1.917 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir di 4 kelurahan di Kecamatan Manggala.

"Di Manggala itu kurang lebih 1.917 KK (yang harus mengungsi)," ujar Camat Manggala Ansar Umar saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (21/12).

Sebanyak 1.917 KK yang mengungsi berasal dari Kelurahan Antang, Tamangapa, Batua, dan Kelurahan Manggala. Para warga yang terdampak banjir itu menjadikan masjid sebagai tempat mengungsi.

"Kalau mengungsi macam-macam, mengungsi di masjid, ada juga yang mengungsi ke keluarganya," kata Ansar.

"Ada juga mengungsi yang nanti mau pi makan baru datang di masjid, posko-posko lainnya," sambung Ansar.

Ansar menjelaskan empat kelurahan yang kini terdampak banjir itu memang merupakan wilayah-wilayah rawan banjir.

"Di Manggala itu kan ada 5 titik rawan, 4 kelurahan itu sekarang (yang terdampak, yakni) Antang, Batua, Manggala, Tamangapa. Kelurahan Bangkala juga sekarang, cuma bagian belakang (masih sebagian)," jelas Ansar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3