Round-Up

Cerita Yusril Tolak Bela Bachtiar Nasir Sebab Sudah Dianggap Kafir

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 21 Des 2020 22:01 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Yusril Ihza Mahendra (Foto: dok. detikcom)

Satire Yusril: Kenapa Tak Minta Bantuan Prabowo yang Tak Dianggap Kafir?

Yusril kemudian melempar satire soal kafir ini. Yusril menyarankan Bachtiar Nasir menghubungi Menhan Prabowo Subianto.

"Karena itu, ketika banyak yang meminta bantuan ke saya, saya balik bertanya: mengapa tidak minta bantuan Prabowo Subianto? Saya kan Anda bilang sudah murtad dan kafir. Beliau Menhan dan anak buah Presiden Jokowi, tentu beliau bisa membantu. Saya sampai sekarang berada di luar pemerintahan dan tidak menjadi anak buah siapa-siapa. Masa minta bantuan sama orang yang Anda anggap murtad dan kafir seperti saya," jelas Yusril saat dikonfirmasi, Senin (21/12/2020).

"Pak Prabowo yang dulu Anda dukung mati-matian dunia-akhirat, sekarang kan sudah jadi anak buah Pak Jokowi. Beliau kan tidak pernah Anda anggap murtad dan kafir seperti saya. Beliau mukmin sejati dan pembela ulama, pembela umat Islam yang sesungguhnya seperti yang Anda katakan selama ini," jelas Yusril.

Yusril berpesan kepada umat Islam agar lebih hati-hati ke depannya. Menurutnya, jangan menyudutkan orang yang jelas rekam jejaknya dalam membela Islam.

"Saya hanya ingin mengingatkan umat Islam, alangkah mudahnya mereka tertipu dan dijadikan permainan dan kepentingan politik. Track record seseorang dalam pergerakan Islam di Tanah Air serta pembelaannya kepada umat Islam, seperti dianggap tidak pernah ada, bahkan tega-teganya ditenggelamkan, demi membela seseorang yang justru tidak jelas rekam jejaknya dalam pembelaan terhadap umat Islam," sebut Yusril.

Gerindra Sebut Yusril Baper

Partai Gerindra membalas dengan menganggap Yusril terbawa perasaan (baper).

"Sepertinya Pak Yusril agak baper, semestinya seorang advokat bekerja tidak melihat background politik orang yang meminta bantuan," kata Waketum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Anggota Komisi III DPR RI ini kemudian menyinggung soal nilai etis dalam dunia advokat. Menurut Habiburokhman, siapa pun patut dibantu tanpa perlu memandang latar belakang politik.

"Saya sendiri sebelum DPR adalah advokat, paham betul nilai etis advokat selaku officium nobile atau profesi yang mulia. Kita membantu siapa saja tanpa mengaitkan dengan urusan politik," ujarnya.

Selaku legislator, Habiburokhman sempat beberapa kali melakukan penangguhan penahanan terhadap sejumlah tersangka yang menarik perhatian publik. Sebab, kata Habiburokhman, kemanusiaan tetap diutamakan.

"Walau saat ini saya di DPR tapi hampir tiap hari saya masih banyak membantu orang-orang yang minta tolong penangguhan. Walaupun secara politik mungkin kami berbeda, tapi urusan kemanusiaan kita nggak boleh abaikan," imbuhnya.

Halaman

(aan/eva)