Staf Kedubes Jerman Kunjungi FPI, Elite PPP: Bisa Berdampak Buruk ke Bilateral

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 21 Des 2020 17:54 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PDIP dan PPP menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi. Diskusi itu membahas perihal TKI yang dihukum mati tanpa notifikasi.
Syaifullah tamliha (Lamhot Aritonang/detikcom)

Untuk diketahui, FPI menyebut pihak Kedutaan Besar Jerman untuk Republik Indonesia berkunjung ke Sekretariat DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat. Mereka datang pada Kamis (17/12/2020) siang hari. FPI menyatakan pihak Jerman turut berbelasungkawa atas tewasnya enam anggota FPI pengawal Habib Rizieq.

"Dari Kedutaan Jerman sudah datang ke Sekretariat FPI," kata Sekretaris Umum FPI Munarman dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (19/12).

Kemlu sendiri telah memanggil Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta untuk meminta klarifikasi dan menyampaikan protes atas kegiatan Staf Kedutaan Jerman di Jakarta yang mendatangi markas FPI di Petamburan. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jerman membenarkan keberadaan staf mereka di sekretariat organisasi tersebut.

"Kepala Perwakilan Kedubes Jerman menyampaikan bahwa keberadaan staf Kedubes Jerman di tempat tersebut dan pertemuan yang dilakukan adalah atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedutaan Besar Jerman," ucap Kemlu dalam laman resmi mereka, Senin (21/12).

Kemlu menerangkan, Kedubes Jerman sudah menyampaikan permintaan maaf dan menyesalkan kejadian tersebut. Ditambahkan Kemlu, kunjungan staf diplomatik ke markas FPI bukan dukungan resmi Kedubes Jerman pada FPI.

"Atas kejadian ini, Kepala Perwakilan Kedubes Jerman sampaikan permintaan maaf dan penyesalannya atas kejadian tersebut," kata Kemlu.

Menindaklanjuti kejadian ini, Kedubes Jerman disebut akan meminta stafnya pulang ke Jerman. Ini bertujuan mempertanggungjawabkan tindakannya dan memberi klarifikasi kepada pemerintah Jerman.

"Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera (ke Jerman) untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya," ujar Kemlu.

Halaman

(hel/maa)