Staf ke Markas FPI, Penjelasan Kedubes Jerman Ini Dianggap Merendahkan

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 21 Des 2020 17:37 WIB
Foto kunjungan staf Kedubes Jerman ke markas FPI di Petamburan. (Dok FPI)
Foto kunjungan staf Kedubes Jerman ke markas FPI di Petamburan, 17 Desember 2020. (Dok. FPI)

Jakarta, 21 Desember 2020
Dalam kaitan dengan laporan kunjungan seorang pegawai Kedutaan Jerman ke Sekretariat FPI pada 17 Desember 2020 yang lalu, Kedutaan Jerman menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

Sehubungan dengan pemberitahuan mengenai demonstrasi yang berlangsung pada hari Jumat, 18 Desember 2020, salah seorang pegawai Kedutaan Jerman berusaha untuk mendapatkan gambaran tersendiri mengenai situasi keamanan yang bersangkutan karena demonstarsi juga dapat melintasi Kawasan Kedutaan. Pegawai tersebut bertindak atas inisiatif sendiri tanpa koordinasi dengan pihak Kedutaan.

Kedutaan Besar Jerman menyesali kesan yang telah ditimbulkan peristiwa ini di mata publik serta mitra-mitra Indonesia kami dan menegaskan bahwa tidak ada tujuan politis apa pun di balik kunjungan ini. Pernyataan lain yang bertentangan dengan ini tidak sesuai dengan fakta. Kedutaan Jerman menentang segala upaya untuk menginstrumentalisasi kejadian ini demi tujuan politis.

Kedutaan menghargai hubungan bilateral yang sangat baik dan kerja sama yang erat dengan Indonesia, dan sama sekali tidak mencampuri urusan internal Indonesia. Kami telah berkomunikasi dengan otoritas Indonesia yang berwenang untuk perihal ini dan meyakini bahwa kasus dapat diperjelas untuk semua pihak. Kami teguh berada di sisi mitra-mitra Indonesia kami dan mendukungnya dalam mempromosikan toleransi antar-agama dan upaya deradikalisasi. Hal ini juga telah kami tegaskan dalam pembicaraan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 20 Desember 2020.

Tanggapan pakar hukum internasional

Sebelumnya, guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Profesor Hikmahanto Juwana menilai alasan Kedubes Jerman soal stafnya ke markas FPI tidak masuk akal. Bahkan alasan Kedubes Jerman itu merendahkan tingkat kecerdasan publik dan pemerintah Indonesia.

Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi 'Warga Tanpa Warga Negara' di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016)Guru besar hukum internasional UI Hikmahanto Juwana (Ari Saputra/detikcom)

"Klarifikasi demikian sangat merendahkan tingkat kecerdasan publik dan pemerintah Indonesia," kata Prof Hikmahanto dalam press release yang diterima detikcom, tadi.

Kemlu telah protes

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah meminta klarifikasi dan menyampaikan protes kepada Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Kemlu telah memanggil Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta untuk meminta klarifikasi dan menyampaikan protes atas kunjungan staf Kedutaan Jerman ke FPI tersebut.

"Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya," demikian kata Kemlu lewat siaran pers tertulis di situs resminya.

Halaman

(dnu/tor)