Penghulu di Maros Terobos Banjir Pakai Perahu demi Nikahkan Warga

M Bakrie - detikNews
Senin, 21 Des 2020 13:32 WIB
Penghulu di Maros terbos banjir pakai perahu demi nikahkan warga (Bakrie/detikcom).
Penghulu di Maros menerobos banjir memakai perahu demi menikahkan warga. (Bakrie/detikcom)
Maros -

Seorang penghulu yang juga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan, Muhammad Ash Abd Rasyid, viral di media sosial. Abd Rasyid dan rombongan KUA menerobos banjir menggunakan perahu demi menikahkan warga.

Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Minggu (20/12) kemarin. Rasyid yang didampingi oleh imam setempat terpaksa menggunakan sampan untuk sampai ke rumah mempelai yang terendam banjir setinggi 1,5 meter.

"Untuk menuju ke lokasi akad nikah, Kami harus menyeberangi sungai yang airnya deras dan meluap. Karena akses jalan menuju rumah mempelai itu tidak bisa lagi dilalui mobil," kata Rasyid saat dihubungi detikcom, Senin (21/12/2020).

Rasyid mengaku sempat cemas saat menyeberangi sungai karena sangat deras. Namun setelah sampai di tepian sungai, mereka pun kembali harus mengganti perahu karena akses menuju rumah mempelai tidak bisa dilalui dengan perahu besar.

"Kami dua kali naik perahu. Menyeberangi sungai yang airnya sudah meninggi dan deras akibat curah hujan. Setelah itu jalan kaki lagi, kemudian naik perahu untuk menjangkau rumah calon pengantin yang terendam banjir," lanjutnya.

Kedatangan mereka pun disambut keluarga mempelai dengan sukacita setelah sempat khawatir, pernikahan akan dibatalkan karena banjir. Jadwal pernikahan yang seharusnya pukul 09.00 pagi pun terpaksa dilaksanakan pada 12.05 Wita.

"Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai penghulu untuk melakukan pengawasan nikah. Tugas ini tetap harus dijalankan baik saat cuaca hujan ataupun panas," sebutnya.

Hingga saat ini, sejumlah wilayah di Maros masih terendam banjir usai diguyur hujan deras sepekan terakhir. Bahkan, objek wisata alam Bantimurung yang berada di wilayah pegunungan juga sempat dilanda banjir hingga akhirnya ditutup sementara.

(nvl/nvl)