Gus Yasin Jelaskan Alasan Tak Bisa Maju di Bursa Ketum PPP

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 21 Des 2020 12:37 WIB
Wagub Jateng, Taj Yasin, 20/3/2019
Taj Yasin Maimoen (Rinto Heksantoro/detikcom)
Jakarta -

Kegiatan muktamar IX PPP di Makassar, Sulsel, menyisakan tanda tanya terkait proses pemilihan ketua umum. Taj Yasin Maimoen, putra ulama karismatik almarhum KH Maimoen Zubaer, menyebut dirinya tidak jadi maju di bursa Ketum PPP setelah pemilihan dinyatakan dengan aklamasi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut mengaku tak mendapat informasi terkait pendaftaran calon ketua umum dari panitia Muktamar IX PPP. Ia bahkan tidak bisa mengikuti muktamar meski berada di Makassar.

"Pada rapat pembahasan tatib di malam hari, sempat ada skors. Yang mana skors tersebut menunggu siapa saja yang akan maju menjadi ketua. Pada skors tersebut sayangnya tidak ada yang konfirmasi ke saya bahwa dibuka pendaftaran calon ketua umum. Dan saya tidak diberi info oleh muktamirin maupun oleh panitia," kata Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin saat dihubungi detikcom, Senin (21/12/2020).

Gus Yasin, yang juga berada di Makassar, bahkan mengaku tidak bisa mengikuti jalannya Muktamar IX. Menurutnya, dia akhirnya hanya bisa mengikuti pembukaan muktamar.

"Walau saya ada di Makassar, saya tidak bisa ikut muktamar. Hanya pembukaan muktamar saya yang bisa saya ikuti," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Gus Yasin menyebut sejak siang hari, kabar terkait tidak diadakannya pemilihan umum sudah berembus. Diisukan, kata dia, muktamar akan menjalankan aklamasi untuk menentukan ketua umum periode selanjutnya.

"Sejak siang sudah dihembuskan kabar bahwa saya tidak maju. Sudah selesai tinggal atur tim formatur saja," katanya.

Tak hanya itu, Gus Yasin menjelaskan dirinya batal memasuki bursa calon ketua umum PPP karena alasan aturan AD/ART. Di mana salah satu syarat pencalonan adalah pernah menjabat sebagai ketua DPW atau pengurus DPP selama satu masa bakti.

"Maka saya tidak mengetahui perkembangan muktamar pada hari itu. Juga ada kabar bahwa saya tidak memenuhi syarat ketua umum, terkait AD/ART," katanya

PPP menggelar pemilihan ketua umum (ketum) dalam Muktamar IX di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), secara fisik dan virtual. Suharso Monoarfa kembali terpilih menjadi Ketum PPP.

Sidang paripurna pemilihan Ketum PPP dipimpin oleh Waketum PPP Amir Uskara. Mekanisme pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat.

Setelah membuka sidang, Amir Uskara menyebutkan nama yang mencalonkan diri sebagai ketum. Hanya terdapat satu nama yang dibacakan Amir Uskara, yakni Suharso Monoarfa.

"Saya akan tanya sekali lagi kepada muktamirin, karena hanya ada satu calon, maka kita langsung tetapkan sebagai ketua umum, ketua terpilih. Setuju? Setuju?" kata Amir Uskara di lokasi, Sabtu (19/12/2020).

"Setuju, setujui setujui," teriak peserta muktamar lainnya.

Dalam forum sidang paripurna Muktamar IX, PPP juga telah menyepakati jumlah formatur. Jumlah formatur yang disepakati sebanyak 13 orang.

(maa/maa)