Pemuda Payakumbuh yang Perkosa Jasad Pacar Sempat Mengaku ke Keluarga

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 19:35 WIB
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Mochammad Rosidi memimpin konferensi pers kasus pembunuhan dan pemerkosaan
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Mochammad Rosidi memimpin konferensi pers kasus pembunuhan dan pemerkosaan. (Foto: dok. istimewa)
Payakumbuh -

Alim (19) sempat menelepon keluarganya setelah membunuh IPS (21) dan memperkosa jasadnya. Alim menghubungi kakak dan ayahnya.

"Tersangka sempat menelepon kakaknya dan mengatakan dia telah membunuh seseorang," kata Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Mochammad Rosidi kepada detikcom, Sabtu (19/12/2020).

Rosidi mengatakan Alim menghubungi kakaknya agar dijemput, tapi kakaknya menolak. Alim kemudian menghubungi ayahnya.

"Tersangka menelepon ayahnya untuk menjemputnya ke Bunian. Sesampai di Bunian, ayahnya kemudian membawa tersangka ke rumahnya di Agam," tutur Rosidi.

Rosidi menuturkan Alim lalu tinggal dengan ayahnya untuk menghindari kejaran polisi. Namun akhirnya dia ditangkap pada 16 Desember pukul 18.00 WIB di kedai nasi, tempat dia bekerja.

Sebelumnya diberitakan, Alim tega membunuh kekasihnya, IPS, lantaran ditolak saat hendak bersetubuh. Setelah membunuh, Alim memperkosa jasad IPS dan meninggalkannya begitu saja di sebuah pondok dekat ladang ubi.

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Mochammad Rosidi memimpin konferensi pers kasus pembunuhan dan pemerkosaanKasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Mochammad Rosidi memimpin konferensi pers kasus pembunuhan dan pemerkosaan. (Foto: dok. istimewa)

Penemuan mayat itu terjadi pada Rabu (9/12) di dekat jalan menuju ladang ubi, Linda Jorong Bumbuang, Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar). Rosidi menuturkan jasad IPS kemudian dievakuasi dan diautopsi.

"Sesuai hasil autopsi dan visum korban, itu terdapat luka tak beraturan pada alat vital dan dubur korban, terdapat luka robek. Hasil visum menunjukkan korban mengalami kekerasan seksual, pemerkosaan," jelas Rosidi.

Dari hasil autopsi pula, diketahui IPS tewas karena cekikan Alim. Polisi mengatakan cekikan Alim membuat saluran pernapasan IPS tersumbat dan tewas.

Polisi yang melakukan penyidikan menaruh kecurigaan kepada Alim. Sepekan pascapembunuhan, aparat Polres Payakumbuh menangkap Alim di Bukittinggi, Sumbar.

Alim mengaku berkenalan dengan IPS tiga bulan lalu di Facebook. Dia mengaku sudah memiliki niat menyetubuhi korban saat bertemu.

(aud/dnu)