Pakar ISSES Membedah Aksi 1812

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 00:03 WIB
Massa aksi 1812 dipukul mundul polisi dari kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.  Massa kini kocar-kacir ke arah Tanah Abang.
Aparat kepolisian dan massa aksi 1812 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai gelombang massa aksi 1812 tak sebesar aksi-aksi sebelumnya karena hanya membawa kepentingan kelompok kecil. Bambang menilai publik juga menimbang isu yang dibunyikan di aksi 1812.

"Saya melihatnya ini adalah aksi-aksi protes kelompok kecil saja. Ya pastilah (tidak mewakili kepentingan umum). Terkait dengan publik juga mikir, terkait kerumunan sudah waktunya tidak perlu berkerumun karena angka COVID sekarang naik kembali. Dan isu yang yang dibawa. Publik juga mikir, isunya yang dibawa apa ini," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Bagi Bambang, aksi 1812 hanya protes terhadap konsistensi penerapan protokol kesehatan. Karena kasus yang menjerat pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab berawal dari dugaan pelanggaran UU Kekarantinaan, sementara ada beberapa kasus kerumunan yang lolos penindakan polisi.

"Saya melihat bahwa aksi unjuk rasa hari ini itu sebenarnya hanya aksi protes kepada konsistensi kepolisian pada penerapan protokol kesehatan karena sejak awal Rizieq itu dipanggil karena sebagai saksi dalam kasus UU Kekarantinaan," ucap Bambang.

Bambang menyarankan Polri memperjelas kepada publik terkait kasus yang menyebabkan Rizieq ditahan, terkait pelanggaran UU Kekarantinaan atau penghasutan. "Kalau perubahan status tersangka terkait pasal penghasutan, tentunya aksi-aksi tadi siang itu salah sasaran," kata Bambang.

Terkait proses hukum terhadap Rizieq sendiri, Bambang menilai penghadangan yang dilakukan laskar FPI terhadap penyidik Polda Metro Jaya yang hendak menyerahkan surat panggilan kedua di kediaman Rizieq, Petamburan, Jakarta Pusat (Jakpus), beberapa waktu lalu sebagai bentuk pembangkangan terhadap negara dan hukum. Penolakan-penolakan terhadap upaya hukum, ditegaskan Bambang, adalah wujud pembangkangan terhadap negara.

"Yang sangat disayangkan pihak FPI dan Rizieq sendiri, mengapa mereka tidak memenuhi panggilan pihak kepolisian. Malah muncul penghadangan. Kalau terkait penghadangan, upaya-upaya Rizieq dan FPI, penghadangan itu wujud pembangkangan terhadap negara, terhadap aparat," terang Bambang.

Massa aksi 1812 dipukul mundul polisi dari kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.  Massa kini kocar-kacir ke arah Tanah Abang.Massa aksi 1812 dipukul mundur polisi dari kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Massa kocar-kacir ke arah Tanah Abang. (Grandyos Zafna/detikcom)

Simak analisis ISESS terkait penembakan 6 anggota laskar FPI oleh pihak kepolisian di halaman berikutnya.