Suharso Vs Taj Yasin di Bursa Caketum PPP, DPC Cilegon Terbelah

M Iqbal - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 15:33 WIB
Wakil Ketua DPC PPP Cilegon (M Iqbal/detikcom)
Wakil Ketua DPC PPP Cilegon (M Iqbal/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan DPC PPP Kota Cilegon mendukung Taj Yasin jadi Ketua Umum PPP dalam Muktamar IX yang diselenggarakan di Makassar. Tapi ada pula suara berbeda dari kader internal.

"Soal pilihan siapa caketum yang layak, tentu saya punya pandangan tersendiri, dan saya lebih menghendaki Gus Yasin yang memimpin partai ini ke depan," kata Wakil Ketua DPC PPP, Edi Sufandi, Jumat (18/12/2020).

Sosok Taj Yasin dinilai sepak terjang yang layak untuk memimpin PPP. Pengalamannya menjadi anggota DPRD Jawa Tengah hingga Wakil Gubernur Jateng tak kalah menarik dibanding Suharso Monoarfa, yang juga santer masuk bursa Ketum PPP.

"Selain masih muda, beliau namanya juga menasional, nasabnya jelas, anak ulama, berprestasi, pernah menjadi anggota DPRD Jateng, menjabat Wagub Jateng sampai sekarang. Dan yang pasti saya yakin Gus Yasin tahu betul akar masalah PPP," kata dia.

Perbedaan pilihan soal Ketum PPP saat ini terjadi di tubuh DPC PPP Cilegon. Beberapa kader PPP mengklaim mendukung Suharso Monoarfa melanjutkan kepemimpinannya di PPP dari Plt menjadi Ketua Umum.

"Tidak benar! Kata siapa itu? Ini kan partai milik umat, ada pengurusnya, apalagi mengambil keputusan sakral memilih ketua umum. Jadi ingat ya, segala macam bentuk keputusan partai tidak boleh diputuskan oleh person ke person, harus melalui musyawarah mufakat antar-pengurus harian," kata Edi.

Edi menyatakan dirinya selaku pengurus harian di DPC tidak pernah mendapatkan undangan rapat soal pilihan ketua umum pada muktamar yang diselenggarakan malam nanti.

"Sampai saat ini saya sebagai pengurus harian DPC tidak pernah ada undangan rapat harian, apalagi diajak bicara soal muktamar," ucapnya.

(imk/imk)