Sirekap Pilgub Kalteng 100%: Petahana Sugianto Sabran Raih 51,5% Suara

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 14:10 WIB
Petugas KPPS mendokumentasikan formulir C1 saat rekapitulasi penghitungan suara dengan menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di TPS 04 Karanganyar, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (9/10/2020). Penggunaan aplikasi Sirekap itu sebagai sarana publikasi hasil penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara dalam pelaksanaan pilkada 2020. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.
Foto: Petugas KPPS mendokumentasikan formulir C1 saat rekapitulasi penghitungan suara dengan menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran-Edy Pratowo, mendapatkan suara terbanyak berdasarkan Sistem Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara (Sirekap) KPU. Paslon petahana ini mengalahkan Ben Brahim-Ujang Iskandar.

Dilihat detikcom, Jumat (18/12/2020) pukul 13.45 WIB, semua data dari 6.045 TPS (100%) telah masuk pada Sirekap KPU. Semua data dari TPS yang berada di 14 kabupaten/kota telah masuk.

Berikut ini perolehan suara pada Pilgub Kalteng versi Sirekap KPU:
1. Ben Brahim-Ujang Iskandar (503.363 suara atau 48,5%)
2. Sugianto Sabran-Edy Pratowo (535.189 suara atau 51,5%)

Ben Brahim-Ujang Iskandar maju ke Pilgub Kalteng dengan dukungan dari Demokrat, Gerindra, Hanura, dan PKPI. Ben Brahim diketahui Bupati Kapuas 2 periode yakni 2013-2018 dan 2018-2023.

Sementara paslon Sugianto Sabran-Edy Pratowo didukung PDIP, NasDem, PKS, Golkar, PAN, Perindo, PPP, dan PKB. Sugianto Sabran adalah cagub petahana yang menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah sejak 25 Mei 2016.

Soal Sirekap KPU

KPU menyatakan data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara adalah data yang hasil foto formulir Model C.Hasil-KWK yang dikirim oleh KPPS melalui Sirekap. Apabila terdapat kekeliruan data pada formulir Model C.Hasil-KWK, akan dilakukan perbaikan pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi di tingkat Kecamatan.

KPU mengatakan apabila terdapat perbedaan data yang terbaca oleh Sirekap dengan data yang tertulis pada Formulir C.Hasil-KWK, akan dilakukan koreksi pada Sirekap Web Tingkat Kecamatan

"Data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam Rapat Pleno terbuka," demikian tulis KPU. (jbr/nvl)