Round-Up

Rencana Dedik 'Berlayar' Pakai Galon Berujung Ambyar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 05:58 WIB
Dedik saat dievakuasi petugas karena nekat mau berlayar ke Malang pakai galon rakitan.
Foto: Dedik saat dievakuasi petugas karena nekat mau 'berlayar' ke Malang pakai galon rakitan. (Istimewa)
Jakarta -

Rencana berlayar Dedik Purnomo (27) menggunakan galon dari Balikpapan tengah ke Malang berujung ambyar. Belum sampai ke perairan Jawa Timur, Dedik dievakuasi.

Dedik Purnomo merupakan warga Jalan Rengganis, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur. Aksinya tersebut diketahui sejumlah motoris speed boat pada Rabu (16/12/2020) siang. Kapolsek Pelabuhan Semayang Balikpapan, AKP Retno Ariani menuturkan Dedik neka berenang di sekitar Pelabuhan Semayan menggunakan dua buah galon.

Galon itu diancang dan dirakit agar bisa mengapung di laut.

"Saat dievakuasi dia mengaku akan berenang hingga ke Malang Jawa Timur," kata Retno Ariani yang dimintai konfirmasi detikcom, kamis (17/12/2020).

Dedik nekat karena mengaku kesal sering disalahkan kakaknya setiap ada masalah di keluarga. Perselisihan itu membuat dia nekat untuk pulang ke Malang.

Dari rumah sang kakak, Dedik membawa tiga galon besar menuju pelabuhan. Di Jalan, dia menemukan beberapa kayu dan kabel, yang kemudian digunakannya untuk merakit galon tersebut agar terapung.

"Karena di jalan dia belum merokok maka satu galon yang dibawanya kemudian dijual dan uangnya dibelikan rokok," kata Retno.

Galon yang dibawa akhirnya berhasil dirakit. Dia pun 'berlayar' dari pelabuhan.

Aksi diam-diam Dedik nyelonong di laut pakai galon ini diketahui oleh motoris kapal speedboat yang melintas kawasan perairan Pelabuhan Semayang Balikpapan. Dedik ketika dilihat sedang terapung-apung sekitar pukul 15.30 WIB.

Setelah dievakuasi ke darat, Dedik langsung dipertemukan dengan kakaknya. Kakaknya menuturkan Dedik sedikit mengalami gangguan setelah sempat koma beberapa waktu lalu.

"Dia memang sempat koma lama, sehingga dia sering stres dan melakukan kegiatan yang tidak masuk akal, kalau pergi dari rumah memang sudah sering dilakukan, kalau sudah pergi dari rumah nanti kalau sudah sadar dia akan kembali pulang seperti biasa," kata Retno.

"Jadi memang ada agak kekurangannya, jadi kemarin kita sudah tawari ke kakaknya juga kalau memang tidak ada biaya kita akan biayai pulang, tetapi kakaknya mengaku akan merawat pelaku," jelas Retno.

Simak juga video '4 Nelayan Asal Sumut Selamat Usai Kapal Tenggelam Dihantam Badai':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2