Kejagung Periksa 2 Eks Pejabat Kemenkes soal Dugaan Korupsi Obat AIDS dan PMS

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 17:11 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak
Leonard Eben Ezer (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka penyidikan baru terkait dugaan korupsi penyediaan obat AIDS dan PMS pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Hari ini, Kejagung memeriksa 2 mantan pejabat Kemenkes sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait perkara tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan dua mantan pejabat Kemenkes yang diperiksa hari ini adalah Inspektur IV pada Inspektur Jenderal Kemenkes RI tahun 2015 Wayan Suartaha dan Inspektur Jenderal Kemenkes RI tahun 2015-2018 Purwadi.

"Dua mantan pejabat inspektorat jenderal diperiksa sebagai saksi perkara tindak pidana korupsi penyediaan obat AIDS dan PMS Kemenkes RI," kata Leonard dalam keterangan pers tertulis, Kamis (17/12/2020).

Leonard mengatakan pemeriksaan saksi ini dilakukan guna mencari fakta hukum dari para saksi. Selain itu, Leonard menyebut pemeriksaan ini untuk mengumpulkan alat bukti dugaan korupsi pada penyediaan obat AIDS dan PMS pada Kemenkes.

"Pemeriksaan para saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana yang diduga terjadi dalam proses penyediaan obat AIDS dan PMS pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah menerangkan kasus ini terjadi pada tahun 2016. Febrie menyebut kasus dugaan korupsi ini sedang menunggu penghitungan kerugian negara (PKN).

"Sudah lama itu tahun 2016, tinggal nunggu PKN (penghitungan kerugian negara), kasusnya itu pengadaan obat indikasinya," kata Febrie di Gedung Bundar Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/12).

(whn/isa)