KPK Perpanjang Masa Penahanan Wali Kota Cimahi Nonaktif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 15:20 WIB
Wali kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Ajay tampak diborgol dan memakai masker.
Wali kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memperpanjang masa penahanan Wali Kota Cimahi Nonaktif Ajay Muhammad Priatna, tersangka penerima suap terkait perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi. Penahanan Ajay diperpanjang hingga 40 hari ke depan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut masa perpanjangan penahanan Ajay dimulai sejak hari ini. Selain Ajay, satu tersangka lain, yakni Komisaris RSU Kasih Bunda Cimahi Hutama Jonathan, juga diperpanjang.

"Hari ini penyidik KPK memperpanjang masa penahanan tersangka AJM (Wali Kota Nonaktif Cimahi) dan HY (Komisaris RSU KB) masing-masing selama 40 hari ke depan dimulai tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan 26 Januari 2021," kata Ali kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Ajay sendiri ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Sedangkan Hutama ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

"Saat ini penyidik KPK masih akan terus melengkapi berkas perkara tersebut," ucap Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Wali Kota Cimahi Nonaktif Ajay Muhammad Priatna sebagai tersangka penerima suap terkait dengan perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi. Selain Ajay, KPK menetapkan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan sebagai tersangka pemberi suap.

KPK menduga Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna menerima suap Rp 3,2 miliar. Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan RSU Kasih Bunda berencana menambah pembangunan gedung pada 2019. Firli menyebut Hutama Yonathan (HY) selaku komisaris RSU Kasih Bunda melakukan pertemuan dengan Ajay guna mengurus revisi IMB.

Dalam pertemuan itu, Ajay Priatna diduga meminta uang senilai Rp 3,2 miliar. Penyerahan uang dilakukan oleh staf keuangan RSU Kasih Bunda melalui orang kepercayaan Ajay Priatna.

(fas/mae)